International Labour Organization (ILO) dalam kajian terbarunya menekankan dampak AI lebih banyak berupa perubahan dan transformasi pekerjaan dibandingkan penghapusan pekerjaan secara keseluruhan.
World Economic Forum (WEF) melalui Future of Jobs Report 2025 memperkirakan teknologi robotik dan sistem otonom menjadi teknologi yang paling besar mendorong penurunan pekerjaan secara bersih hingga 2030.
Lantas, pekerjaan apa saja yang paling berpotensi digantikan robot dan AI? Simak lebih lanjut.
Pekerjaan Paling Bisa Digantikan Robot dan AI
1. Pekerjaan Administrasi dan Sekretaris
Pekerjaan administrasi termasuk kelompok yang paling rentan terhadap otomatisasi. Pekerjaan clerical atau administrasi sebagai kelompok pekerjaan dengan tingkat paparan tertinggi terhadap teknologi generative AI.Beberapa pekerjaan yang disebut memiliki paparan tinggi antara lain data entry clerks, typists, accounting and bookkeeping clerks, serta administrative secretaries. Tugas seperti memasukkan data, mengelola dokumen, membuat jadwal, menyusun informasi, dan pekerjaan administratif berulang semakin mudah dilakukan menggunakan perangkat lunak dan AI.
2. Kasir dan Petugas Tiket
Cashiers and Ticket Clerks termasuk pekerjaan yang diperkirakan menjadi salah satu kelompok dengan penurunan tercepat hingga 2030. WEF menyebut perkembangan akses digital, AI dan teknologi pemrosesan informasi, serta robot dan sistem otonom menjadi sejumlah faktor yang mendorong perubahan tersebut.Munculnya kasir mandiri (self-checkout), pembayaran digital, mesin tiket otomatis, dan layanan berbasis aplikasi menjadi contoh bagaimana tugas tertentu dalam pekerjaan ini dapat dialihkan kepada teknologi.
3. Pekerjaan Input Data
Pekerjaan ini umumnya memiliki tugas yang terstruktur, berulang, dan mengikuti pola tertentu. Kondisi tersebut membuat sebagian tugasnya dapat dikerjakan menggunakan perangkat lunak otomatis maupun AI.4. Petugas Pembukuan dan Akuntansi Rutin
Teknologi dapat membantu mengotomatisasi sejumlah pekerjaan rutin seperti pencatatan transaksi, pengelompokan data, pembuatan laporan standar, hingga pemeriksaan informasi tertentu.Meski demikian, pekerjaan akuntansi secara keseluruhan tidak serta-merta akan hilang. Tugas yang membutuhkan pertimbangan profesional, pengambilan keputusan, interpretasi, dan tanggung jawab tetap membutuhkan keterlibatan manusia.
5. Pekerja Percetakan
Perkembangan teknologi digital membuat berbagai dokumen, materi promosi, publikasi, dan informasi semakin banyak diproduksi serta didistribusikan secara digital.6. Sekretaris Eksekutif
Sejumlah tugas yang sebelumnya membutuhkan bantuan sekretaris kini dapat dibantu oleh kalender digital, perangkat lunak manajemen pekerjaan, aplikasi komunikasi, hingga AI yang mampu membuat rangkuman dan menyusun dokumen.Hal tersebut membuat Administrative Assistants dan Executive Secretaries dalam kelompok pekerjaan dengan penurunan tercepat hingga 2030.
7. Pekerjaan Clerical dan Kesekretariatan
Clerical and Secretarial Workers termasuk kategori pekerjaan dengan penurunan bersih terbesar dalam jumlah pekerja hingga 2030. Hal ini disebabkan AI dan digitalisasi serta robotika yang mengurangi kebutuhan terhadap berbagai pekerjaan yang dilakukan secara manual dan berulang.8. Beberapa Pekerjaan di Bidang Keuangan
Salah satu pekerjaan di bidang keuangan yang berpotensi tergantikan AI, salah satunya adalah financial analysts dan investment advisers. Namun, tugas pekerjaan tersebut masih membutuhkan analisis, pertimbangan, komunikasi dengan klien, dan pengambilan keputusan.9. Programmer dan Pekerjaan Digital Tertentu
Menariknya, peningkatan kemampuan AI juga membuat sejumlah pekerjaan yang sebelumnya dianggap relatif aman mulai mengalami perubahan. Peningkatan paparan pada application programmers serta web and multimedia developers seiring kemampuan generative AI yang semakin berkembang dalam menangani tugas-tugas digital.Data terbaru justru menunjukkan teknologi lebih mungkin mengambil alih tugas tertentu dan mengubah cara manusia menjalankan pekerjaannya. Oleh karena itu, kemampuan menggunakan teknologi, berpikir kritis, memecahkan masalah, berkomunikasi, dan beradaptasi menjadi semakin penting dalam menghadapi perubahan dunia kerja. (Adinda Kinanthi)