Evaluasi kesehatan menyeluruh terhadap salah satu orang tertua di dunia, Maria Branyas, mengungkap rahasia mengejutkan di balik umur panjangnya yang mencapai 117 tahun. Sebelum membahas lebih lanjut, sebenarnya siapa Maria Branyas? Yuk simak penjelasannya di bawah ini.
Siapa itu Maria Branyas?
Melansir laman Australian Broadcasting Corporation, Maria Branyas Morera merupakan seorang wanita kelahiran San Francisco yang memegang gelar Guinness World Records sebagai wanita tertua dan orang tertua secara keseluruhan sejak Januari 2023, ketika ia berusia 115 tahun. Ia meninggal pada Agustus 2024 di panti jompo Catalonia, Spanyol, tempat ia tinggal sejak tahun 2000.Branyas lahir pada 4 Maret 1907 dari orang tua Spanyol, dan keluarganya beremigrasi ke Spanyol selama Perang Dunia I ketika ia berusia delapan tahun. Maria melewati tiga perang dan dua pandemi, termasuk pandemi flu Spanyol 1918-1920 dan Covid-19 pada 2020, di mana Branyas menjadi penyintas Covid-19 tertua yang tercatat.
Lantas, apa yang membuat Branyas bisa hidup begitu lama? Simak selengkapnya:
Genom Branyas yang luar biasa muda
Salah satu alasan utama Branyas dapat hidup lebih lama karena ia memiliki genom yang luar biasa muda. Beberapa varian genetik langka yang dimilikinya terkait dengan umur panjang, fungsi kekebalan tubuh, serta jantung dan otak yang sehat.Genom adalah keseluruhan rangkaian instruksi DNA yang terdapat di dalam sel. Para ilmuwan di Spanyol kini menggunakan temuan ini untuk memberikan pandangan baru tentang biologi penuaan manusia, menyarankan biomarker untuk penuaan yang sehat, dan strategi potensial untuk meningkatkan harapan hidup.
Sel yang berperilaku lebih muda
Hasil penelitian ini didasarkan pada sampel darah, air liur, urine, dan tinja yang Branyas sumbangkan sebelum dirinya meninggal pada 2024 yang saat itu Branyas masih menjadi orang tertua yang masih hidup di dunia. Menurut tim yang dipimpin oleh para ilmuwan di Josep Carreras Leukaemia Research Institute di Barcelona, Branyas memiliki sel yang terasa atau berperilaku seolah-olah jauh lebih muda dari usia kronologisnya. Dia melampaui harapan hidup rata-rata perempuan di kampung halamannya Catalonia lebih dari 30 tahun.Kesehatan kardiovaskular sempurna
Di usia tuanya yang matang, Branyas menunjukkan kesehatan yang baik secara keseluruhan. Menurut para ilmuwan, hal ini terlihat dari kesehatan kardiovaskular yang sangat baik dan tingkat peradangan yang sangat rendah.Meskipun usianya sudah sangat lanjut, sistem kekebalan tubuh dan mikrobioma ususnya justru memiliki penanda yang cocok dengan kelompok usia yang jauh lebih muda. Dia juga menunjukkan kadar kolesterol 'jahat' dan trigliserida yang sangat rendah, serta kadar kolesterol 'baik' yang sangat tinggi.
Semua faktor ini dapat membantu menjelaskan kesehatan yang sangat baik dan umur panjang ekstrem yang dimilikinya. "Rentang hidup manusia yang ekstrem, yang dicontohkan oleh supercentenarian dapat menghadirkan paradoks dalam memahami penuaan. Meskipun usia lanjut, mereka mempertahankan kesehatan yang relatif baik," kata Ahli Epigenetika, Eloy Santos-Pujol dan Aleix Noguera-Castells, dikutip dari laman Science Alert, Rabu, 7 Januari 2025.
Kombinasi antara genetika dan gaya hidup
Jika ditelusuri lebih dalam, Branyas menjalani kehidupan yang aktif secara mental, sosial, dan fisik, tetapi ia juga beruntung dalam hal genetika. Guinness World Records mencatat Branyas mengaitkan umur panjangnya dengan keteraturan, ketenangan, hubungan baik dengan keluarga dan teman, kontak dengan alam, stabilitas emosional, tidak ada kekhawatiran, tidak ada penyesalan, banyak kepositifan, dan menjauhi orang-orang yang beracun.Meskipun makan diet Mediterania yang tinggi yogurt mungkin berperan dalam kehidupannya yang panjang, umur panjang ekstrem kemungkinan dipengaruhi oleh berbagai variabel genetik dan lingkungan yang luas.
Telomer pendek jadi keuntungan
Menariknya, para ilmuwan memperhatikan adanya erosi besar pada telomer Branyas, yaitu penutup di ujung kromosomnya. Telomer merupakan wilayah rangkaian DNA berulang di ujung kromosom. Telomer ini dapat melindungi materi genetik kita, dan yang lebih pendek dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih tinggi.Namun, studi terbaru menunjukkan di antara orang-orang tertua, telomer sebenarnya bukan biomarker penuaan yang berguna. Faktanya, memiliki telomer yang sangat pendek mungkin telah memberikan keuntungan bagi Branyas.
Nah, itulah ulasan Maria Branyas yang hidup hingga 117 tahun. Semoga informasi ini bermanfaat ya! (Bramcov Stivens Situmeang)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News