Hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga menjadi perhatian global. Di banyak negara, sistem pendidikan masih berjibaku dengan persoalan klasik, misalnya kualitas pengajaran, keterbatasan infrastruktur, dan kesenjangan akses antara wilayah dan kelompok sosial.
Kesehatan mental anak juga kian menjadi sorotan. Tekanan belajar, kecemasan akan masa depan, paparan media digital, serta kurangnya ruang aman untuk mengekspresikan diri disebut sebagai faktor yang memperburuk kondisi.
Di berbagai belahan dunia, meningkatnya kasus stres, kecemasan, hingga depresi pada anak dan remaja memicu kekhawatiran lintas sektor, mulai dari pendidik, orang tua, hingga pembuat kebijakan. Gambaran tersebut tercermin dalam laporan Ipsos Education Monitor 2025 yang melibatkan sekitar 23.700 responden di 30 negara.
Survei itu mengungkap sistem pendidikan dan kesehatan mental anak kini dipandang sebagai tantangan global yang mendesak. Artinya, tantangan itu tidak hanya terjadi di Indonesia.
Dalam survei tersebut, 33 persen responden global menyebut kesehatan mental anak dan generasi muda sebagai salah satu tantangan terbesar yang dihadapi dunia saat ini. Hal itu disebut telah banyak memengaruhi dunia pendidikan anak.
Selain isu kesehatan mental, persepsi publik terhadap sistem pendidikan juga menunjukkan kondisi yang terbelah. Secara global, hanya sekitar 34 persen responden yang menilai sistem pendidikan di negaranya berada dalam kondisi baik, sementara 35 persen lainnya justru menilai kualitas pendidikan masih buruk.
Temuan ini menandakan ketidakpuasan terhadap sistem pendidikan bukan persoalan negara tertentu, melainkan dirasakan di banyak negara. Temuan Education Monitor 2025 menegaskan bahwa persoalan pendidikan dan kesehatan mental anak tidak dapat dipandang secara terpisah.
Keduanya saling terkait dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah, sekolah, keluarga, serta masyarakat luas. Ipsos Education Monitor 2025 merupakan survei riset secara global. Survei dilakukan dengan metode wawancara dalam periode 20 Juni-4 Juli 2025.
Survei dilakukan terhadap 23.700 orang dewasa di 30 negara. Hasil survei Ipsos 2025 ini dirilis pada Agustus 2025.
Ipsos menganalisis opini masyarakat di berbagai negara tentang sistem pendidikan. Mulai dari tantangan utama dalam pendidikan, serta sikap terhadap teknologi dan kebijakan pendidikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News