Jakarta: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membuka pintu bagi pihak swasta untuk melakukan kolaborasi riset. Kepala BRIN Laksana Tri Handoko berharap hal ini dapat menjadi pemicu agar pihak swasta berani ambil bagian dalam ekosistem riset di Tanah Air.
"Karena kan riset itu mahal, lab mahal dan riset itu ada potensi gagal hampir 90 persen. Artinya risiko tinggi untuk swasta," sebut Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko dalam Crosschek Medcom.id: 'Bos Badan Riset Buka Fakta Mengejutkan', Minggu, 30 Januari 2022.
Baca: Alasan BRIN Terapkan Sistem Coworking Space Buat Peneliti
BRIN pun memberikan kesempatan kepada swasta menghindari risiko yang besar dalam dunia riset. Ia mengatakan pihak swasta tinggal membawa permasalahan yang ingin diselesaikan bersama sumber daya yang ada di BRIN.
"Di situ BRIN dengan sumber daya yang ada, itu bisa diimanfaatkan swasta untuk meriset sesuatu. Jadi tinggal bawa problem, dia tidak perlu investasi besar, dia bisa masuk ke pengembangan produk berbasis riset," jelas Handoko.
Handoko mengatakan kolaborasi ini bisa membawa dampak ekonomi bagi pihak swasta. Sekaligus, dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dari hasil riset pihak swasta.
"Karena hilirisiasi itu ada swasta, bukan pemerintah. Pemerintah tidak bisa melakukan itu bukan nature-nya itu sebenarnya. Itu paling krusial," ungkap dia.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan