Tikus sendiri termasuk dalam kelompok hewan pengerat yang dikenal memiliki kemampuan berkembang biak dengan cepat dan mudah beradaptasi di lingkungan manusia. Hewan pengerat tidak hanya terdiri dari tikus.
Kelompok ini memiliki beragam jenis dengan karakteristik dan habitat yang berbeda-beda. Namun sebelum membahas lebih jauh mengenai jenis-jenis hewan pengerat, ada baiknya kamu mengenal terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan hewan pengerat.
Apa Itu hewan pengerat?
Mengutip laman Rentokil, hewan pengerat merupakan mamalia yang tergolong dalam ordo Rodentia. Istilah “pengerat” merujuk pada ciri khas utama kelompok hewan ini, yakni sepasang gigi seri di rahang atas dan bawah yang terus tumbuh sepanjang hidupnya. Kondisi tersebut membuat hewan pengerat harus terus menggerogoti atau mengunyah berbagai benda agar panjang giginya tetap terkontrol.Secara umum, hewan pengerat tergolong herbivora atau pemakan tumbuhan. Jenis makanannya cukup beragam, mulai dari biji-bijian, kacang-kacangan, akar, umbi-umbian, batang dan daun, hingga bunga serta buah-buahan.
Namun, dalam kondisi tertentu sebagian hewan pengerat dapat bersifat omnivora dengan mengonsumsi tumbuhan dan daging. Tapi jumlahnya sangat terbatas dan hanya sedikit spesies pengerat yang dikenal sebagai karnivora.
Ciri-Ciri Hewan Pengerat
Hewan pengerat memiliki ciri utama berupa gigi seri di rahang atas dan bawah yang terus tumbuh sepanjang hidup. Karena itu, hewan ini perlu terus menggerogoti berbagai benda agar giginya tidak tumbuh terlalu panjang.Berdasarkan jenisnya, hewan pengerat dapat hidup diberbagai habitat, mulai dari pepohonan (arboreal), di dalam tanah (burrowing), hingga lingkungan perairan atau semi-akuatik. Cara bergeraknya pun beragam, seperti berlari, memanjat, melompat, berenang, hingga meluncur.
Sebagian hewan pengerat aktif pada malam hari, sementara lainnya lebih aktif di siang hari. Hewan ini juga hidup berkelompok dan mampu berkembang biak dengan cepat, sehingga populasinya perlu dikendalikan jika mulai mengganggu lingkungan, terutama di dalam rumah.
Baca Juga :
Ular Berpotensi Jadi Predator Alami Hama Tikus
Jenis-Jenis hewan pengerat
Hewan pengerat dapat ditemukan di hampir seluruh belahan dunia, kecuali Antartika. Kelompok mamalia ini mampu beradaptasi di berbagai habitat, mulai dari wilayah bersalju seperti tundra hingga daerah gurun yang panas dan kering.Di lingkungan sekitar manusia, beberapa jenis hewan pengerat yang paling umum dijumpai antara lain tikus got, tikus atap, dan tikus rumah (mencit). Selain itu, terdapat pula vole, tupai, marmut, hamster, guinea pig, gopher, prairie dog atau tupai tanah, landak, berang-berang, hingga capybara.
Secara umum, hewan pengerat dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu hewan pengerat yang bermanfaat dan hewan pengerat yang merugikan manusia.
1. Contoh hewan pengerat yang bermanfaat
Tidak semua hewan pengerat dianggap sebagai hama. Sejumlah spesies justru dimanfaatkan oleh manusia, baik sebagai sumber pangan, bahan sandang, hewan peliharaan, maupun hewan laboratorium.Marmut, misalnya, telah lama menjadi sumber daging utama bagi suku Inca, sementara dormice dikenal sebagai bahan makanan khas di Roma kuno. Di berbagai budaya, hewan pengerat liar juga dikonsumsi karena menjadi sumber protein hewani.
Beberapa jenis hewan pengerat juga populer dijadikan hewan peliharaan karena ukurannya relatif kecil dan perawatannya cukup mudah. Meski demikian, ukuran tubuhnya dapat bertambah besar tergantung pola makan dan perawatannya. Contoh hewan pengerat yang sering dipelihara antara lain marmut, hamster, tikus putih, gerbil, chinchilla, dan bajing tanah.
2. Contoh hewan pengerat yang merugikan
Di sisi lain, hewan pengerat juga dikenal dapat menimbulkan kerugian besar. Sifatnya yang aktif, rasa ingin tahu tinggi, serta kebiasaan menggigit membuat hewan ini sering merusak lingkungan sekitar. Kerugian yang ditimbulkan meliputi pencemaran dan perusakan makanan, kerusakan bangunan, saluran pembuangan, hingga kabel listrik, serta merusak barang-barang seperti pakaian dan furniture.Selain merusak lingkungan, hewan pengerat juga berisiko menularkan penyakit berbahaya. Beberapa di antaranya adalah wabah bubonik atau pes yang ditularkan melalui kutu pada tikus, hantavirus yang berasal dari urin, air liur atau kotoran tikus terinfeksi, serta demam gigitan tikus (rat-bite fever) yang menyebar lewat gigitan. Selain itu, leptospirosis juga dapat ditularkan melalui urine tikus dan berpotensi menyebabkan gangguan serius, termasuk perdarahan pada paru-paru.
Beberapa jenis hewan pengerat yang paling sering dianggap sebagai hama dan merugikan manusia adalah tikus rumah, tikus got, dan tikus atap.
Keberadaan hewan pengerat di lingkungan rumah tentu bisa membuat tidak nyaman. Selain menimbulkan rasa jijik, hewan ini juga berpotensi merusak barang serta membawa berbagai penyakit yang berbahaya bagi kesehatan. Karena itu, penting bagi kamu untuk melakukan langkah pencegahan sejak dini agar rumah tetap bersih dan aman.
Tips mencegah hewan pengerat di rumah
- Jaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar, terutama dari sisa makanan dan sampah.
- Simpan bahan makanan dalam wadah tertutup rapat.
- Tutup celah atau lubang kecil di dinding, pintu dan saluran air.
- Hindari menumpuk barang bekas yang bisa menjadi tempat bersarang.
- Bersihkan dapur dan gudang secara rutin.
- Gunakan perangkap atau jasa pengendalian hama jika diperlukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News