Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri mendapat gelar profesor kehormatan Unhan. Foto: Tangkapan layar.
Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri mendapat gelar profesor kehormatan Unhan. Foto: Tangkapan layar.

Megawati Ingin Riset di Indonesia Berbasis Pancasila

Pendidikan pancasila Megawati Soekarnoputri inovasi Riset dan Penelitian Guru Besar
Arga sumantri • 12 Juni 2021 12:59
Jakarta: Presiden kelima Republik Indonesia (RI) Megawati Soekarnoputri menegaskan riset dan teknologi di Indonesia harus berbasis Pancasila agar bisa mandiri dan berdikari. Megawati menyebut menempatkan ideologi Pancasila sebagai tonggak eksistensi seluruh kebijakan strategis dari BRIN menjadi langkah yang tepat.
 
Hal ini disampaikan Megawati dalam orasi ilmiah pengukuhan dirinya sebagai Profesor Kehormatan atau Guru Besar Tidak Tetap Universitas Pertahanan (Unhan), Jumat, 11 Juni 2021. 
 
Megawati menekankan, keputusan Presiden Joko Widodo mengintegrasikan seluruh lembaga pengembangan dan riset ke dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) adalah langkah tepat. Dengan keberadaan BRIN, maka research berbasis kebijakan harus dikedepankan, dengan guidelines Pancasila

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"BRIN diharapkan mempercepat jalan berdiri di atas kaki sendiri atau berdikari di bidang ekonomi. Karena tanpa berdikari, sulit bagi negara besar seperti Indonesia untuk berdaulat di bidang politik," terang Megawati.
 
Baca: Megawati Ucapkan Terima Kasih untuk Prabowo dan Nadiem
 
Megawati dikukuhkan sebagai guru besar tidak tetap Ilmu Pertahanan Bidang Kepemimpinan Strategik dari Unhan. Rektor Unhan Laksamana Madya TNI Amarulla Octavian menerangkan sidang senat akademik Unhan telah menerima hasil penilaian Dewan Guru Besar Unhan atas seluruh karya ilmiah Megawati sebagai syarat pengukuhan menjadi Profesor Kehormatan. 
 
Unhan telah mencatat keberhasilan Megawati saat di pemerintahan dalam menuntaskan konflik sosial. Contohnya, penyelesaian konflik Ambon, Poso, pemulihan pariwisata pascabom Bali, dan penanganan permasalahan tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia.
 
"Selain telah berhasil menyelesaikan berbagai konflik sosial di Indonesia pada saat itu, Ibu Megawati sebagai presiden perempuan pertama di Indonesia juga berhasil menyelenggarakan pemilihan umum legislatif dan pemilihan presiden secara langsung untuk pertama kalinya," ujar Amarulla.
 
Baca: Megawati Sebut Bakal Dapat Gelar HC Lagi dari Sejumlah Universitas
 
Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menghadiri langsung pengukuhan ini. Selain itu tampak pula Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan sejumlah menteri jajaran Kabinet Indonesia Maju.
 
Pimpinan legislatif seperti Ketua DPR Puan Maharani, Ketua MPR Bambang Soesatyo, Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah, hingga Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid turut hadir. Kemudian, jajaran petinggi militer, antara lain KSAD Jenderal Andika Perkasa, KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo, dan KSAL Laksamana Yudo Margono.
 
Di jajaran kepala daerah, hadir Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey. Terlihat pula Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, hingga mantan Kepala BIN A.M Hendropriyono turut menyaksikan pengukuhan ini.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif