Presiden kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri.  Foto:  Zoom
Presiden kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri. Foto: Zoom

Megawati Sebut Bakal Dapat Gelar HC Lagi dari Sejumlah Universitas

Pendidikan Megawati Soekarnoputri Pendidikan Tinggi Guru Besar Perguruan Tinggi
Ilham Pratama Putra • 11 Juni 2021 17:53
Jakarta: Presiden kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri resmi menyandang gelar Profesor Honoris Causa atau profesor kehormatan setelah dikukuhkan melalui sidang senat terbuka Universitas Pertahanan (Unhan) hari ini, Jumat, 11 Juni 2021. Putri Presiden pertama RI Soekarno ini mendapat gelar guru besar tidak tetap di Ilmu Pertahanan bidang Kepemimpinan Strategi.
 
Dalam kesempatan tersebut, Megawati juga mengatakan bahwa akan mendapatkan beberapa gelar Honoris Causa lagi dari beberapa universitas setelah ini. Megawati mengatakan, universitas yang akan memberikan gelar itu berasal dari dalam dan luar negeri.
 
"Sebenarnya karena covid-19 ini, masih ada beberapa lagi yang menunggu untuk memberikan gelar Honoris Causa kepada saya. Dari (universitas) dalam dan luar negeri," kata Megawati dalam sidang senat terbuka yang disiarkan secara daring, Jumat, 11 Juni 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:  Sah, Megawati Dapat Gelar Profesor Kehormatan dari Unhan
 
Pemberian gelar profesor kehormatan ini, kata dia, juga tak lepas dari kepemimpinannya di masa lalu. Keberhasilannya yang diganjar gelar ini menurutnya akan memperkuat tradisi intelektual di dalam seluruh aspek kehidupan.
 
“Namun kepemimpinan strategik tidak hanya diukur dari keberhasilan kepemimpinan di masa lalu, namun juga berkorelasi dengan saat ini, dan melekat dengan tanggung jawab pemimpin bagi masa depan,” kata Megawati.
 
Terkait dengan kepemimpinan strategik, khususnya pada masa krisis menurutnya harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Jadi, tidak hanya diukur dari kemampuan menjalankan tujuan bernegara, tetapi bagaimana kemampuan menghadapi berbagai perubahan yang membawa disrupsi.
 
“Saya meyakini, bahwa disrupsi bisa diatasi dengan kepemimpinan strategik yang melekat dengan ideologi bangsa, yakni Pancasila. Pancasila menjadi dasar dan tujuan di dalam menghadapi turbulensi peradaban,” pungkas dia.

 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif