Ilustrasi vaksin covid-19. Medcom.id
Ilustrasi vaksin covid-19. Medcom.id

Relawan Uji Klinik Vaksin Merah Putih Bakal Disuntik 2 Dosis

Antara • 08 Februari 2022 12:33
Jakarta: Vaksin Merah Putih yang dikembangkan Universitas Airlangga (Unair) dan PT Biotis segera diuji klinik. Peneliti utama uji klinik vaksin Merah Putih Unair Dominicus Husada mengungkapkan relawan akan diberikan dua dosis vaksin.
 
“Vaksin disuntik dua kali dengan jarak empat minggu. Jadi saringan, lolos, baru disuntik. Nanti empat minggu lagi suntikan kedua. Setelah suntikan kedua baru dinilai seperti vaksin Sinovac,” kata Dominicus dikutip dari Antara, Selasa, 8 Februari 2022.
 
Dominicus menuturkan pemberian dua dosis vaksin itu ditujukan untuk melihat indikator-indikator yang menjadi syarat keberhasilan vaksin saat diuji coba pada manusia. Pada penyuntikan pertama, pihaknya akan melakukan penelitian apakah keamanan pada vaksin dapat terjamin serta efek samping yang ditimbulkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seperti adanya demam atau menderita penyakit kuning. Sedangkan pada penyuntikan dosis kedua akan melihat sejauh mana kekebalan atau antibodi dapat terbangkitkan.
 
Dominicus menyebut 495 relawan bersedia mengikuti uji klinik tersebut. Rinciannya, 90 relawan pada tahap 1 dan 405 relawan pada tahap 2.
 
Dia menyebut kendala dari penyuntikan itu ialah tubuh manusia berbeda satu sama lain dan tidak dapat diduga. Sehingga berbagai kemungkinan baru bisa dinilai setelah pengujian.
 
“Walaupun persiapan kita baik, ada hal-hal yang membuat manusia menjadi unik satu sama lain sehingga kita akan menunggu sampai uji klinik berakhir. Mungkin yang baik di uji hewan, baik di orang, tapi bisa juga baik di hewan, tidak baik di orang. Semua kemungkinan terbuka,” jelas dia.
 
Namun, Dominicus optimistis vaksin Merah Putih bisa lanjut uji klinik ke tahap selanjutnya. Sebab, pengujian terhadap hewan, baik kecil seperti tikus atau besar, seperti kera, berjalan baik dan sesuai prosedur standar yang ada.
 
Dominicus menyebut pengujian terhadap manusia bisa dilakukan selama pengujian terhadap hewan terjamin keamanan serta kekebalan yang diciptakan terbukti menjadi lebih tinggi. Sama halnya bila vaksin Merah Putih ingin dijadikan sebagai booster.
 
Dominicus menegaskan vaksin perlu melewati fase I, II, dan III terlebih dahulu termasuk melewati skema lainnya agar bisa diuji kemampuannya. Namun, uji coba itu masih harus memakan waktu lebih lama lagi.
 
Dia berharap kedua fase uji klinik dapat berjalan baik dan lancar. Sehingga, vaksin Merah Putih dapat menjadi vaksin pertama yang diproduksi di Indonesia dari anak bangsa untuk bangsa.
 
"Inilah vaksin pertama yang kita bikin sepenuhnya untuk orang Indonesia dari orang Indonesia,” kata Dominicus.
 
Baca: 90 Relawan Siap Ikut Uji Klinis Vaksin Merah Putih
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif