Spesies baru keong darat Chamalycaeus Dayangmerindu. DOK BRIN
Spesies baru keong darat Chamalycaeus Dayangmerindu. DOK BRIN

Muncul di Sumsel, Peneliti BRIN Temukan Spesies Baru Keong Darat

Ilham Pratama Putra • 23 Maret 2026 10:46
Ringkasnya gini..
  • Spesies baru keong darat ini diberi nama Chamalycaeus Dayangmerindu.
  • Tim menemukan spesies baru keong darat ini di kawasan karst Sumatra Selatan tepatnya Padang Bindu, Sumatra Selatan.
  • Penemuan ini menambah daftar keanekaragaman hayati Indonesia yang terus diungkap melalui riset.
Jakarta: Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Latifah Nurul Aulia, menemukan spesies baru keong darat. Temuan ini menunjukkan peran riset BRIN dalam mengungkap kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia.
 
Penelitian tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan Universitas Negeri Surabaya dan Széchenyi István University (Hungaria). Hal ini membuktikan data spesies baru terus berkembang.
 
"Data ilmiah tentang spesies baru terus berkembang dan menjadi dasar penting bagi perlindungan ekosistem," tulis informasi di akun Instagram @brinpedia dikutip Senin, 23 Maret 2026.

Latifah memulai risetnya di BRIN sejak program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Penelitiannya dilanjutkan melalui program Bantuan Riset bagi Talenta Riset dan Inovasi (Barista).
 
Spesies baru keong darat ini diberi nama Chamalycaeus Dayangmerindu. Tim menemukan spesies baru keong darat ini di kawasan karst Sumatra Selatan tepatnya Padang Bindu, Sumatra Selatan. 
 
Kars ini dikenal sebagai ekosistem unik yang sering menjadi habitat berbagai spesies endemik. Spesies baru keong darat ini termasuk dalam genus Chamalycaeus. 
 
Penamaan spesies dayangmerindu diambil dari nama kawasan tempat spesies ini ditemukan. Lantas begaimana peneliti mengetahuinya?
 
Para peneliti mempelajari spesies ini melalui:
  1. Pengamatan detil bentuk cangkang
  2. Perbandingan dengan koleksi ilmiah
  3. Kajian taksonomi untuk mematikan
Proses penelitian yang dilakukan tidak singkat. Penelitian dimulai sejak tahun 2021 melalui ekspedisi eksplorasi kawasan karst di Sumatra.
 
Setelah pengambilan sampel, penelitian dilanjutkan dengan analisis ilmiah hingga beberapa tahun kemudian. Hasil penelitian dipublikasikan di jurnal ilmiah ZooKeys pada Maret 2026. Penemuan ini menambah daftar keanekaragaman hayati Indonesia yang terus diungkap melalui riset.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan