PDB per kapita merupakan indikator yang membagi total nilai produksi ekonomi suatu negara dengan jumlah penduduknya. Namun, angka ini tidak berarti setiap penduduk memperoleh pendapatan sebesar nilai tersebut.
Indikator ini juga tidak sepenuhnya menggambarkan biaya hidup dan pemerataan kesejahteraan. Lantas, negara mana saja yang masuk daftar lima negara paling makmur di Asia Tenggara? Berikut rinciannya berdasarkan data The Global Economy.
Negara Paling Makmur di Asia Tenggara
1. Singapura
Singapura menempati peringkat pertama sebagai negara dengan PDB per kapita tertinggi di Asia Tenggara. PDB per kapita nominal negara tersebut mencapai sekitar US$98.814 pada 2025.Kemakmuran ekonomi Singapura didukung oleh perannya sebagai pusat perdagangan internasional, jasa keuangan, logistik, dan industri berteknologi tinggi. Infrastruktur yang maju serta keterhubungan dengan pasar global turut mendukung daya saing ekonominya.
Singapura juga mencatat capaian pembangunan manusia yang tinggi. Melalui Human Development Report 2025, Singapura menempati peringkat ke-13 dunia berdasarkan HDI sebesar 0,946, dengan data rujukan 2023.
Kombinasi pendapatan per kapita yang tinggi dan capaian pembangunan manusia menjadikan Singapura salah satu negara dengan tingkat kesejahteraan tertinggi di kawasan.
2. Brunei Darussalam
Brunei Darussalam menempati peringkat kedua dengan PDB per kapita sekitar US$32.235 pada 2025. Perekonomian Brunei didukung oleh sektor minyak dan gas bumi yang berperan penting dalam kegiatan produksi serta penerimaan negara.Jumlah penduduk yang relatif kecil juga membuat nilai PDB per kapita negara ini cukup tinggi. Diversifikasi ke sektor lain, seperti jasa, pariwisata, dan industri nonmigas, menjadi salah satu upaya untuk memperluas sumber pertumbuhan ekonomi.
3. Malaysia
Malaysia berada di peringkat ketiga dengan PDB per kapita sekitar US$13.125 pada 2025. Capaian tersebut didukung oleh perekonomian yang memiliki basis industri dan jasa yang beragam.Sektor manufaktur, perdagangan, jasa keuangan, serta industri elektronik menjadi bagian penting dari perekonomian Malaysia. Negara ini juga terhubung dengan rantai pasok global, khususnya dalam produksi komponen elektronik dan semikonduktor.
Malaysia memiliki basis industri yang relatif berkembang. Namun, tingkat kemakmuran masyarakat tetap dipengaruhi oleh biaya hidup, distribusi pendapatan, dan perbedaan pembangunan antarwilayah.
4. Thailand
Thailand menempati peringkat keempat dengan PDB per kapita sekitar US$8.057 pada 2025. Perekonomiannya ditopang oleh industri manufaktur, pariwisata, perdagangan, dan pertanian.Industri otomotif dan elektronik menjadi bagian penting dari sektor manufaktur Thailand. Sementara itu, pariwisata berkontribusi terhadap aktivitas ekonomi melalui pengeluaran wisatawan, transportasi, akomodasi, serta berbagai layanan pendukung.
5. Vietnam
Vietnam melengkapi daftar lima negara dengan PDB per kapita sekitar US$5.066 pada 2025. Dalam beberapa dekade terakhir, Vietnam berkembang menjadi salah satu pusat manufaktur di Asia.Investasi asing dan kegiatan ekspor mendukung pertumbuhan sektor elektronik, tekstil, alas kaki, serta berbagai produk industri lainnya. Peran Vietnam dalam rantai pasok internasional turut mendorong perkembangan ekonominya.
6. Indonesia
Indonesia berada di posisi keenam dengan PDB per kapita sekitar US$5.060. Indonesia memiliki sektor ekonomi yang beragam, mulai dari industri pengolahan, perdagangan, pertanian, pertambangan, hingga jasa.7. Filipina
Filipina menempati posisi ketujuh dengan PDB per kapita sekitar US$4.171. Sektor jasa menjadi salah satu penggerak utama perekonomian negara ini, termasuk layanan bisnis, teknologi informasi, dan industri alih daya proses bisnis.Kiriman uang dari warga Filipina yang bekerja di luar negeri juga berperan dalam perekonomian rumah tangga dan konsumsi domestik.
8. Kamboja
Kamboja berada di posisi kedelapan dengan PDB per kapita sekitar US$2.872. Sektor garmen, pariwisata, konstruksi, dan pertanian menjadi bagian penting dari kegiatan ekonominya.Kamboja juga terus mengembangkan industri manufaktur yang berorientasi ekspor.
9. Laos
Laos menempati posisi kesembilan dengan PDB per kapita sekitar US$2.325. Perekonomiannya didukung sektor pertanian, pembangkit listrik tenaga air, pertambangan, dan pariwisata. Konektivitas transportasi regional turut menjadi salah satu faktor yang berpotensi mendukung perdagangan dan aktivitas ekonomi Laos.10. Myanmar
Myanmar berada di posisi kesepuluh dengan PDB per kapita sekitar US$1.489. Sektor pertanian, perdagangan, dan industri menjadi bagian dari struktur ekonominya. Kondisi politik dan tantangan ekonomi turut memengaruhi aktivitas usaha serta prospek pertumbuhan negara tersebut.PDB Per Kapita Bukan Satu-satunya Ukuran Kemakmuran
Daftar tersebut menunjukkan perbedaan nilai PDB per kapita yang cukup besar di antara negara-negara Asia Tenggara. Tingginya PDB per kapita tidak selalu berarti seluruh penduduk memiliki tingkat kesejahteraan yang sama.Pemerataan pendapatan, biaya hidup, akses pendidikan dan kesehatan, serta kualitas lapangan kerja juga perlu diperhitungkan untuk memahami kondisi masyarakat secara lebih menyeluruh. Selain itu, angka PDB per kapita nominal dapat berubah mengikuti perkembangan ekonomi, jumlah penduduk, dan nilai tukar mata uang.
Nilai PDB per kapita yang tinggi tidak otomatis berarti seluruh penduduk menikmati pendapatan yang sama atau memiliki akses setara terhadap layanan publik. Biaya hidup, ketimpangan pendapatan, akses pendidikan, layanan kesehatan, dan kondisi pasar tenaga kerja juga perlu diperhitungkan.
Bagaimana, Sobat Medcom? Semoga informasinya bermanfaat, ya! (Adinda Kinanthi)