GeNose C19. Foto: Dok UGM.
GeNose C19. Foto: Dok UGM.

Kemenko PMK Harap GeNose dan CePAD Segera Dimanfaatkan

Pendidikan Virus Korona Pendidikan Tinggi Riset dan Penelitian UGM GeNose UGM
Ilham Pratama Putra • 07 Januari 2021 13:12
Jakarta: Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) menyerahkan GeNose C19 kepada Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Hal ini dilakukan untuk mempercepat pemanfaatan alat deteksi covid-19 melalui embusan napas itu oleh masyarakat Indonesia.
 
"Hari ini kami mendapatkan kado istimewa tahun baru dari Menristek (Bambang Brodjonegoro) yaitu berupa alat untuk mendeteksi covid-19, GeNose C19 yang merupakan karya anak bangsa dari Universitas Gadjah Mada (UGM)," jelas Menko PMK Muhadjir Effendy dalam Konferensi Pers Daring Penyerahan Alat GeNose, Kamis, 7 Januari 2021.
 
Selain GeNose, Muhadjir juga menerima alat rapid test antigen CePAD dari Universitas Padjajaran (Unpad). Bagi Muhadjir, CePAD merupakan terobosan alat rapid antigen terbaik dalam negeri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya kira ini adalah salah satu jenis rapid yang sekarang paling direkomendasi dianggap sebagai salah satu metode yang tingkat akurasinya lebih baik atau mungkin sementara yang terbaik," terangnya.
 
Baca: Tim GeNose Banyak Dihubungi Investor yang Hanya Cari Untung
 
Dia berharap dua alat ini digunakan secara masif guna tracing dan tracking virus korona di Tanah Air. Terlebih saat ini, kasus positif hingga angka meninggal akibat covid-19 di Indonesia mengalami peningkatan.
 
"Memang angka kesembuhan kita juga terus naik, tetapi angka kematian juga belum bisa kita tekan, sehingga berada di bawah rata-rata internasional. Karena itu kita masih punya kerja keras untuk mengatasi covid-19 ini," tutur dia.
 
Dia berharap alat ini juga membantu memetakan secara detail tentang sebaran Covid-19. Baik secara agregat nasional maupun secara parsial di tempat-tempat tertentu.
 
Muhadjir berharap dua produk itu bisa menggaet industri. Sehingga produk itu dapat diproduksi secara masif dengan biaya yang sangat murah dan terjangkau.
 
"Mudah-mudahan dua alat yang sangat dibutuhkan ini dalam upaya kita untuk mencegah mengatasi dan menumpas wabah covid-19 di Indonesia ini bisa dilaksanakan dengan baik," ungkapnya.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif