Ilustrasi. Foto: MI/Galih Pradipta.
Ilustrasi. Foto: MI/Galih Pradipta.

Hasil Survei PPIM UIN Jakarta Terkait Gejala Islamisme Siswa

Pendidikan penelitian Riset dan Penelitian PTKI
Arga sumantri • 05 Januari 2022 19:03
Jakarta: Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta melakukan survei terkait gejala Islamisme di kalangan siswa. Temuan survei mencatat kecenderungan sikap Islamisme di tahun 2021 dari survei serupa di tahun 2017.
 
Definisi Islamisme dalam riset ini dibatasi pada pandangan beragama yang absolut, tertutup, inward looking, dan ekslusif, dalam merespons perkembangan ilmu pengetahuan.
 
Terdapat beberapa variabel dalam mengukur pandangan Islamisme siswa. Misalnya, jabatan Ketua OSIS harus dijabat siswa Muslim, tercatat 51.1 persen di tahun 2021 dari 55,7 persen di 2017. Meski menurun, namun presentasenya masih tetap di atas 50 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Selanjutnya dari pandangan mereka tentang khilafah, 78.5 persen siswa percaya bahwa sistem pemerintahan yang diakui Islam adalah berdasarkan khilafah. Presentase ini naik dibanding presentase tahun 2017 yang hanya 63,1 persen," kata Koordinator Penelitian Yunita Faela Nisa, mengutip siaran pers UIN Jakarta, Rabu, 5 Januari 2022.
 
Baca: Survei PPIM UIN Jakarta: Siswa Masih Kendor Terapkan Protokol Kesehatan
 
Pada variabel keyakinan bahwa penerapan syariat Islam di Indonesia harus didukung, keyakinan siswa menunjukan presentase masih cukup tinggi, yaitu dari 93.1 persen di 2017, menjadi 91.4 persen pada 2021. Di periode yang sama, 25,2 persen siswa setuju tindakan bom bunuh diri atas nama agama sebagai jihad, naik dari survei 2017 yang sebanyak 24.9 persen.
 
Survei ini merekomendasikan perlunya kerja sama berbagai pihak untuk melakukan intervensi sosial bagi siswa. Riset juga merekomendasikan intervensi terencana dan strategis atas tingginya pandangan Islamisme siswa dan perlunya penguatan literasi digital atas serbuan informasi palsu di media secara lebih serius.
 
Survei ini dilakukan serentak di 34 provinsi pada 1 September hingga 7 Oktober 2021 dengan jumlah 2.358 sampel siswa yang lolos uji perhatian dari 3.031 sampel awal. 
 
Seluruh sampel merupakan peserta didik sekolah lanjutan tingkat atas, baik di lembaga pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbduristek) maupun Kementerian Agama. Margin of Error (MoE) sebesar 2,02 persen dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif