Webinar PPIM UIN Jakarta. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri.
Webinar PPIM UIN Jakarta. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri.

Survei: Masih Ada Warga Pesantren Menolak Divaksin dengan Alasan Agama

Pendidikan Santri Riset dan Penelitian vaksin covid-19 Vaksinasi covid-19 PTKI Pondok Pesantren
Arga sumantri • 19 Januari 2022 15:46
Jakarta: Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syaraif Hidayatullah Jakarta mempublikasikan hasil penelitiannya tentang pesantren dan pandemi. Penelitian ini dilakukan di 15 pesantren wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. 
 
Salah satu temuannya yakni soal status vaksinasi covid-19. PPIM mendapati 70,5 persen responden yang terdiri dari santri dan guru sudah menjalani vaksinasi covid-19. Sekitar 29,5 persen lainnya belum divaksin.
 
"Dari yang belum divaksin ini, 36 persen masih ragu-ragu dan tidak berminat untuk divaksin," kata salah satu peneliti PPIM UIN Jakarta, Laifa Herdarmin, dalam webinar 'Pesantren dan Pandemi: Bertahan di Tengah Kerenatanan', Rabu, 19 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah digali pada mereka yang belum melakukan vaksin covid-19, kata Laifa, beberapa mengatakan karena dilarang orang tua. Sebagian responden itu menyebut orang tua mereka tidak percaya terhadap vaksin covid-19.
 
"Atau memang pesantrennya belum mendapat jatah vaksin (saat disurvei)," ujarnya.
 
Baca: Survei PPIM UIN Jakarta: Siswa Masih Kendor Terapkan Protokol Kesehatan
 
Keluarga yang tidak setuju vaksinasi covid-19 antara lain beralasan karena tidak yakin dengan efektivitas vaksin, takut akan jarum suntik, serta tidak percaya vaksin covid-19. 
 
"Dan ada 5 persen (responden) yang menolak divaksin karena alasan agama," ujar Laifa.
 
Penelitian ini dilakukan di 15 pesantren wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Penelitian dilakukan mulai Mei hingga November 2021. Sedangkan, waktu pengumpulan data ialah Juli-September 2021. 
 
Penelitian dilakukan dengan convergent mixed method study. Dalam proses wawancara dan focus group  discussion (FGD) terdapat 132 informan yang terdiri dari pimpinan pesantren (kiai), nyai, kepala sekolah,  satuan tugas (satgas) covid-19, guru, dan santri. 
 
Kemudian, untuk survei terdapat 819 responden guru dan santri yang mengisi kuesioner. Pertanyaan untuk mengecekan perhatian (attention checker) responden juga diberikan, maka data responden yang tidak fokus dalam pengisian kuesioner tidak  diolah. 
 
Data survei guru dan santri yang diolah dalam penelitian ini adalah 658 responden. Karakteristik responden survei ini yaitu santri 83,3 persen, dan guru 16,7 persen.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif