Arif menjelaskan, riset berkualitas memerlukan kombinasi lima elemen penting. Menurutnya, kelima faktor ini harus saling menguatkan untuk menciptakan ekosistem riset yang optimal.
"Riset itu ada lima faktor. Pertama human capital, kedua dana, ketiga infrastruktur, keempat tema riset, agenda riset, dan topik riset, kelima ekosistem. Jadi kalau kita mau riset hebat, lima itu saja," kata Arif dilansir dari akun Instagram @kepalabrin, dikutip, Minggu, 4 Januari 2026.
Lebih lanjut, ia menjelaskan pentingnya keunggulan pada setiap aspek. Mulai dari sumber daya manusia yang berkualitas, infrastruktur yang memadai, hingga ketersediaan dana yang mencukupi.
Khusus untuk faktor keempat yakni tema riset, ia menjelaskan bahwa penentuan tema akan dilakukan secara top-down. Artinya, dirinya sebagai Kepala BRIN akan memberikan arahan dan target kepada para peneliti mengenai tema-tema prioritas ke depan.
"Sekarang tema. Tema sebagian top-down. Dari siapa? Ya dari saya sebagai Kepala BRIN harus memberikan target-target kepada periset, ini lho tema yang ke depan dan sebagai periset tidak perlu kompetisi lagi top down. Tugas saya adalah mempercepat proses skala risetnya harus diperluas, kemudian volumenya, kualitasnya juga tapi lebih baik lagi hasilnya. Makanya, saya bilang top down," jelasnya. Arif menekankan, apabila kelima faktor tersebut bersinergi dengan baik, riset tidak hanya menghasilkan inovasi semata. Lebih dari itu, riset akan mampu memberikan solusi nyata dalam memperkuat pembangunan Indonesia. Sebab, riset yang hebat tidak lahir dari satu faktor saja, melainkan tumbuh dari ekosistem yang saling menguatkan satu sama lain. (Bramcov Stivens Situmeang)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News