Alat deteksi covid-19 melalui embusan napas inovasi UGM. Foto: Dok. UGM
Alat deteksi covid-19 melalui embusan napas inovasi UGM. Foto: Dok. UGM

Menristek Minta Standar Biaya Tes Covid-19 GeNose Disepakati

Pendidikan Virus Korona Pendidikan Tinggi Riset dan Penelitian UGM GeNose UGM
Ilham Pratama Putra • 15 Januari 2021 18:58
Jakarta:  Alat pendeteksi covid-19 melalui embusan napas buatan Universitas Gadjah Mada (UGM), GeNose siap diedarkan dan dipasarkan.  Namun hingga kini belum ada penetapan standar biaya yang harus dikeluarkan untuk penggunaan satu kali tes covid-19 dengan GeNose.
 
Menteri Riset Teknologi / Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek/Ka BRIN), Bambang Brodjonegoro mendorong tim pengembang GeNose dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) duduk bersama untuk menetapkan standar harga satu kali tes GeNose.
 
"Seperti yang sering dibahas apakah Rp15 ribu apa Rp25 ribu kalau itu dikeluarkan oleh Kemenkes, maka secara resmi GeNose jadi alat screening resmi yang bisa digunakan di layanan kesehatan," ujar Bambang dalam Konferensi Pers daring Inovasi GeNose, Jumat, 15 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pertemuan kedua belah pihak juga dibutuhkan untuk pengembangan alat. Agar GeNose menjadi standar resmi alat screening covid-19.
 
"Akan sangat baik kalau tim pengembang GeNose bertemu dengan Kemenkes dan meminta panduan agar Kemenkes mengeluarkan standar atas dari pemakaian per tes," sambung dia.
 
Baca juga:  GeNose dan CePAD Diminta Jadi Alat Skrining Resmi Pemerintah
 
Sebelumnya, Ketua tim pengembang GeNose, Kuwat Triyana menyebut biaya untuk satu kali GeNose cukup terjangkau. Satu orang untuk satu kali tes dikenakan biaya sekitar Rp15 ribu hingga Rp25 ribu.
 
"Per pengujian, per satu tesnya untuk satu orang ya 15 sampai 25 ribu rupiah," kata Kuwat kepada Medcom.id, Selasa 5 Januari 2021.
 
Biaya murah tersebut dipengaruhi oleh harga per unit GeNose yang juga tidak terlalu mahal. Satu unit dibanderol dengan harga Rp62 Juta.
 
"Masuk akal toh, karena satu alat ini bisa 100.000 kali testing," sambung Kuwat.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif