Rektor IPB, Arif Satria saat menghadiri pertemuan sains tahunan (Science Retreat) konsorsium riset CRC990-EFForTS. Foto: Dok. IPB
Rektor IPB, Arif Satria saat menghadiri pertemuan sains tahunan (Science Retreat) konsorsium riset CRC990-EFForTS. Foto: Dok. IPB

Rektor IPB Bawa 70 Peneliti Indonesia ke Jerman Hadiri Pertemuan Ilmiah CRC990 EFForTS

Citra Larasati • 06 Juli 2022 08:19
Jakarta:  Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Arif Satria, bersama 70 peneliti Indonesia berangkat ke Jerman untuk menghadiri pertemuan sains tahunan (Science Retreat) konsorsium riset CRC990-EFForTS yang didanai oleh DFG Jerman.  Seluruh biaya perjalanan ditanggung oleh pihak Jerman.
 
Delegasi konsorsium Indonesia tersebut berasal dari IPB, UNTAD, UNJA, KLHK, BRIN, USK, UNDIKSHA, dan Kementrian Perdagangan. Selain itu juga hadir perwakilan dari pihak swasta PT REKI, PT Humusindo, dan PT SBU. Pertemuan tersebut juga dihadiri Wakil Duta Besar KBRI Berlin Bapak Yul Edison dan Dirjen Dikti Prof Nizam.
 
Konsorsium CRC 990 / EFForTS merupakan kerja sama dua negara antara mitra konsorsium di Indonesia (IPB University, Universitas Jambi dan Universitas Tadulako) dengan Georg – August University of Goettingen (Germany) dalam menyelengarakan riset dasar (basic science). Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan pengetahuan tentang dinamika fungsi-fungsi ekologi, sosial ekonomi sistem transformasi hutan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Output penelitian difokuskan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dasar tentang dinamika ekologi dan sosial ekonomi sistem transformasi penggunaan lahan di dataran rendah di Jambi, yaitu hutan, hutan karet, kebun karet dan kebun sawit. 
 
"CRC990-EFForTS yang telah memasuki fase 3 (2019-2023) dengan ragam produk pengetahuan yang dihasilkan selama lebih dari 10 tahun ini (> 300 publikasi ilmiah) perlu untuk ditransformasikan lebih lanjut melalui komunikasi sains yang efektif agar mampu mengkreasi dampak yang lebih luas," kata Arif dalam siaran persnya, Rabu, 7 Juli 2022.
 
Selanjutnya Arif menyampaikan perspektif dari pihak Indonesia pasca CRC990-EFForTS, tentang pentingnya kolaborasi transdisiplin untuk dijadikan pendekatan utama bagi usulan topik riset baru ke depan.  "Yang akan tetap mengambil tema pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan yang berkelanjutan," terangnya.
 
Baca juga: Samarium-153 EDTMP Bikinan BRIN Jadi Terapi Pasien Kanker di RSUP dr. Sardjito Yogyakarta
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif