Sebagai lembaga astronomi terkemuka, Bosscha rutin melakukan pengamatan bulan sabit setiap bulan dan menjadi salah satu rujukan ilmiah bagi Kementerian Agama serta masyarakat dalam menentukan awal bulan Hijriah, termasuk Syawal.
Dari hasil perhitungan astronomis, parameter geometri Bulan menunjukkan elongasi geosentrik (jarak sudut Bulan-Matahari dari pusat Bumi) di Indonesia berkisar antara 4,6° hingga 6,2°, dari wilayah timur hingga barat. Sementara elongasi toposentrik (dari sudut pandang pengamat di permukaan Bumi) berada di kisaran 4,0° hingga 5,5°.
Ketinggian Bulan saat matahari terbenam pun tergolong rendah, yakni antara 0° hingga 3° di atas ufuk, khususnya di wilayah Indonesia bagian barat. Kondisi ini mengonfirmasi bahwa Bulan bersembunyi sangat dekat dengan cahaya senja.
Peneliti Observatorium Bosscha ITB, Yatny Yulianty, M.Si., menjelaskan, secara astronomis, situasi ini menempatkan hilal pada batas visibilitas yang ekstrem. “Keberhasilan pengamatan akan sangat dipengaruhi oleh kondisi atmosfer, transparansi langit, serta pengalaman dan metode pengamatan yang digunakan,” ujar Yatny dikutip Kamis, 19 Maret 2026.
Untuk mendokumentasikan fenomena langka ini, para astronom Bosscha akan melakukan pengamatan menggunakan teleskop dan instrumen pencitraan di dua lokasi strategis: Observatorium Bosscha di Lembang, Jawa Barat, dan Observatorium Lhok Nga di Aceh yang didukung penuh oleh Kementerian Agama RI.
Yatny yang juga menjabat sebagai Koordinator Kegiatan Publik Divisi Pendidikan dan Penjangkauan Publik Observatorium Bosscha menambahkan, pemilihan Aceh bukan tanpa alasan. Parameter posisi Bulan di ujung barat Indonesia itu berada di ambang batas kriteria visibilitas hilal yang berlaku.
“Pengamatan di lokasi tersebut menjadi penting untuk memverifikasi kondisi batas (constraint) dari kriteria tersebut melalui pengamatan langsung,” jelasnya.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari riset jangka panjang Bosscha untuk memperkaya basis data pengamatan bulan sabit muda di Indonesia.
Meski hasil pengamatan dan perhitungan telah disiapkan, Yatny menegaskan bahwa penetapan 1 Syawal 1447 H tetap menjadi kewenangan penuh Pemerintah melalui Kementerian Agama dalam sidang isbat yang akan digelar pada 19 Maret 2026. Observatorium Bosscha berperan menyampaikan data ilmiah sebagai bahan pertimbangan objektif dalam proses pengambilan keputusan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News