Kondisi sejumlah rumah terdampak gempa Cianjur. Foto: BNPB
Kondisi sejumlah rumah terdampak gempa Cianjur. Foto: BNPB

Pakar BRIN: Bukan Cimandiri, Sesar Gempa Cianjur Belum Terpetakan Sebelumnya

Citra Larasati • 25 November 2022 15:16
Jakarta:  Profesor Riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bidang Ilmu Kebumian, Danny Hilman Natawidjaja mengungkapkan, gempa berkekuatan Magnitudo 5.6 skala richter di Cianjur terjadi karena sumber gempa di darat berada dekat dengan salah satu sesar aktif di dekat Cianjur.  Namun sesar sumber gempa Cianjur ini belum terpetakan sebelumnya.
 
"Jadi ini satu sumber gempa ini belum kita ketahui sebelumnya.  Memang dekat dengan jalur Sesar Cimandiri yang sudah dikenal sejak lama ya. Tapi itu bukan di Sesar Cimandiri,” jelas Danny dalam wawancara dengan Metro TV, dilansir dari laman BRIN, Jumat, 25 November 2022.
 
Menurut Danny, Gempa tidak dapat diprediksi, tapi ada banyak persiapan yang dapat dilakukan. Baik di tata ruang ataupun yang lebih penting lagi adalah di kode bangunan, yaitu struktur bangunan yang tahan gempa. “Kebanyakan kerusakan terjadi penyebabnya adalah struktur bangunan yang tidak tahan gempa. Strukturnya tidak baik,” jelas Danny.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dikatakan Danny, gempa susulan akan terjadi tetapi tidak akan berlangsung lama, diperkirakan hanya beberapa hari karena gempa tidak terlalu besar. Gempa susulan adalah satu proses gempa-gempa kecil yang mengiringi gempa yang besarnya sebagai proses untuk kesetimbangan alam. 
 
“Gempa susulan merupakan sisa-sisa yang belum terlepas. Pergerakan yang selanjutnya untuk menyeimbangkan sampai betul-betul setimbang. Ini adalah proses yang biasa,” ungkap Danny.
 
Sejumlah rumah luluh lantak dan reruntuhan bangunan menjadi pemandangan yang tampak di lokasi terdampak gempa berkekuatan Magnitudo 5.6 skala richter di Cianjur, Senin, 21 November 2022. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per tanggal 23 November 2022, tercatat sebanyak 271 warga meninggal dunia pascagempa dan korban luka sebanyak 2.043 orang, sedangkan yang mengungsi mencapai 61.908 orang.
 
Sementara untuk kerugian materil sebanyak 56.320 rumah mengalami kerusakan. Dengan rincian rusak berat 22.241 unit rumah, rusak sedang 11.641 unit rumah dan rusak ringan 22.090 unit rumah.
Baca juga:  7 Kiat Sederhana agar Hidup Harmonis Berdampingan dengan Gempa

 
(CEU)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif