Ilustrasi. Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin
Ilustrasi. Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin

Pakar IPB: Laut Indonesia Terancam Punah oleh Iklim di Epos Antroposen

Pendidikan Pendidikan Tinggi Riset dan Penelitian Perguruan Tinggi IPB
Citra Larasati • 17 November 2021 11:59
Jakarta:  Ketua Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), IPB Univeristy Dr Hawis Madduppa mengungkapkan, lingkungan laut Indonesia terancam punah dan terancam oleh iklim di epos Antroposen.
 
Pernyataan tersebut diungkapkan Hawis saat menjadi narasumber dalam diskusi panel digital The Situation of Our Oceans-Endangered Environments, Threatened Climate yang digelar oleh Alumniportal Deutschland, pekan lalu. Acara ini dipandu oleh Jose Bolanos, selaku pengelola komunikasi untuk Forest Eropa, the Ministerial Conference of the Protection of Forests in Europe.
 
Dalam diskusi ini Hawis membahas situasi terkini lautan dan peran lautan dalam mengatur ekosistem dan iklim global. Ia menjelaskan mengenai lingkungan laut Indonesia yang terancam punah dan terancam oleh iklim di Antroposen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Antroposen merupakan epos baru setelah Holosen yang ditandai oleh banyaknya
tanda-tanda aktivitas manusia yang dapat dideteksi secara stratigrafis. Dalam sejarah manusia
memang selalu mempengaruhi Bumi.
 
Namun, kumpulan aktivitas-aktivitas manusia telah mempengaruhi Bumi secara masif hingga mengubah sistem fundamental Bumi itu sendiri. Itulah mengapa Paul Crutzen mengusulkan bahwa Bumi tidak lagi berada pada epos Holosen.  Di antara banyak geolog terjadi perdebatan mengenai permulaan Antroposen. 
 
Menurutnya, aktivitas manusia memiliki pengaruh global terhadap ekosistem bumi, tidak terkecuali di ekosistem laut. Perubahan iklim global juga tidak luput dari campur tangan manusia.
 
Baca juga:  4 Ilmuwan Terima Anugerah Habibie Prize 2021
 
Jika terus dibiarkan, kata Hawis, hilangnya keanekaragaman hayati akibat banyaknya ancaman yang terkait dengan perilaku manusia akan semaking tinggi.  “Tanpa kita sadari, manusia juga berperan serta dalam perubahan iklim global yang mengancam kelestarian laut. Lama-lama, semakin sedikit spesies di bumi yang bertahan dan segera menuju kepunahan akibat ulah manusia,” kata Pakar Bioekologi Laut IPB University ini.
 
Hawis berharap, semua orang semakin sadar dan tergerak untuk menjaga kelestarian alam, khususnya laut. Ia mengharapkan, komitmen dan semangat bersama dalam mengurangi aktivitas manusia yang dapat mengancam ekosistem laut.
 
“Karena sejatinya, masa depan keanekaragaman hayati laut sangat bergantung pada manusia,” imbuhnya.
 
Selain Hawis, narasumber lain yang hadir adalah Clara Jule Marie Hoppe, peneliti senior di the Alfred Wegener Institute at the Helmholtz Centre for Polar and Marine Research, Henry Wu selaku Junior Research Group Leader dari Coral Climatology Working Group di Leibniz Center for Tropical Marine Research di Bremen, Jerman.
 
Selain itu juga Marlus Oliveira, seorang pengacara di bidang Teknik Lingkungan dan Geosains. Mereka membahas konservasi laut dan sumber daya maritime serta pemanfaatannya dalam pembangunan berkelanjutan.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif