Staf Ahli Bidang Infrastruktur Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek), Ali Ghufron dalam acara DIes Natalis ke-66 Uniar. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
Staf Ahli Bidang Infrastruktur Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek), Ali Ghufron dalam acara DIes Natalis ke-66 Uniar. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra.

Penggunaan Inovasi Penanganan Covid-19 Dinilai Belum Maksimal

Pendidikan Virus Korona inovasi Pendidikan Tinggi Riset dan Penelitian UNAIR
Ilham Pratama Putra • 09 November 2020 11:45
Surabaya: Staf Ahli Bidang Infrastruktur Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek), Ali Ghufron menyebut saat ini sudah ada lebih dari 60 lebih inovasi dalam negeri untuk menangani virus korona (covid-19). Inovasi mulai dari robot, hingga alat deteksi covid-19 dari hembusan napas (GeNose Universitas Gadjah Mada).
 
Namun, Ghufron menilai inovasi itu belum digunakan secara maksimal. Karena tidak memanfaatkan teknologi, akibatnya banyak tenaga kesehatan yang akhirnya terinfeksi bahkan gugur saat menangani penderita covid-19.
 
"Mohon maaf kalau banyak dokter yang meninggal, karena terlalu kontak dengan pasien. Tapi kemudian ada robot, tapi belum banyak dipakai. Apa ini kendalanya?," kata Ghufron dalam sidang Dies Natalis ke 66 Universitas Airlangga (Unair) di Kampus C Unair, Senin 9 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ghufron mengatakan saat ini proses triple helix belum maksimal. Dia ingin adanya penguatan kerja sama antara industri, akademisi dengan pemerintah.
 
"Kolaborasi ini harus diperkuat untuk memproses seluruh inovasi dan mendorong penggunaan inovasi," sambung Ghufron.
 
Baca: GeNose UGM Uji Diagnostik di RS
 
Ghufron mengatakan, salah satu yang paling dibutuhkan saat ini adalah gerakan dari peneliti di kampus. Jika para peneliti memiliki inovasi, dia berharap pihaknya diberi tahu, agar program inovasi itu dapat didukung penuh.
 
"Jadi siapa saja punya ide bagus, kirim ke Kemenristek, kalau bagus kita danai untuk diimplementasikan," ujar Ketua Konsorsium Covid-19 Kemenristek itu.
 
Dia berharap dengan diperkuatnya triple helix, maka inovasi untuk pencegahan covid-19 dapat lebih masif. Inovasi-inovasi yang dihadirkan benar-benar dapat digunakan dan berguna bagi masyarakat.
 
"Kita harapkan ini bisa digunakan di rumah sakit-rumah sakit," ungkapnya.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif