Mahasiswa Unsoed meneliti limbah baglog jamur tiram untuk budidaya jahe merah. Foto: Unsoed/Humas
Mahasiswa Unsoed meneliti limbah baglog jamur tiram untuk budidaya jahe merah. Foto: Unsoed/Humas

Budidaya Jahe Merah, Mahasiswa Unsoed Manfaatkan Limbah Baglog Jamur Tiram

Pendidikan inovasi Riset dan Penelitian Unsoed
Arga sumantri • 16 September 2021 11:36
Purwokerto: Jahe merah merupakan tanaman tropis yang memiliki banyak khasiat. Berbagai manfaat jahe merah antara lain sebagai ramuan obat-obatan, sumber minyak atsiri, hingga bumbu masakan. 
 
Namun, jahe merah memiliki kendala dalam budidayanya, yaitu serangan dari organisme penganggu tanaman (OPT) seperti Fusarium oxysporum. Jamur ini dapat menyerang jahe dengan intensitas penyakit 46,39 persen. Akibat dari serangan jamur tersebut adalah busuk rimpang pada jahe yang menyebabkan jahe gagal panen.
 
Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan pemanfaatan limbah baglog jamur tiram yang dibuat menjadi kompos. Inovasi ini dikembangkan tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Univesitas Jenderal Soedirman (Unsoed).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Mahasiswa Unsoed Manfaatkan Limbah Ampas Tahu Sebagai Pakan Alternatif Ikan
 
Tim yang dipimpin Muhammad Farhan Zuhdi beranggotakan Ainaya Hanifa Nur Aisya, Refifa Putri Nur Azizah, Pramudya Wisanggeni, dan Reza Darmawan serta dosen pendamping Nuniek Ina Ratnaningtyas. Kompos ini dibuat dengan fermentasi limbah baglog jamur tiram dengan bahan pendukung selama 33 hari.  
 
Ketua tim, Farhan, mengatakan, kompos limbah baglog ini mengandung nutrisi dan mempunyai kapasitas sebagai fungisida yang sangat bermanfaat bagi budidaya jahe merah. Limbag baglog jamur tiram dipilih karena memiliki sifat antagonis terhadap patogen tular tanah. 
 
"Namun limbah ini sangat jarang sekali dimanfaatkan," kata Farhan mengutip siaran pers Unsoed, Kamis, 16 September 2021.
 
Baca: Mahasiswa UB Sulap Limbah Makanan dan Ternak Jadi Pupuk Bio Organik
 
Kompos ini telah dilakukan pengujian langsung pada tanaman jahe merah. Setelah diberi kompos, jahe merah diamati selama tiga minggu untuk melihat efektivitasnya.
 
Kompos baglog jamur juga mengandung mikroorganisme yang dapat meningkatkan kesuburan tanah. "Setelah kami melakukan penelitian, kompos baglog ini dapat menghambat patogen tular tanah seperti Fusarium hingga 50 persen," ujar anggota tim, Refiffa.
 
Tim berterimakasih kepada Belmawa dan Dikti atas hibah dana PKM ini. Tim juga berterima kasih kepada pihak Unsoed yang sudah membantu pelaksanaan penelitian ini.
 
Selaku dosen pembimbing, Nuniek Ina Ratnaningtyas berharap dengan penelitian ini compost tea yang dibuat dapat menjadi solusi dan informasi bagi petani jahe merah dalam mengatasi permasalahan organisme penganggu tanaman jahe merah.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif