Purwokerto: Limbah ampas tahu di Kabupaten Banyumas belum dimanfaatkan secara maksimal dan nantinya hanya akan berakhir sebagai limbah pabrik. Padahal, di dalam ampas tahu ini mengandung protein 21,30 persen, lemak 4,09 persen, karbohidrat 77,60 persen, abu 3,64 persen, dan energi 3,11 Kkal/g.
Kandungan ini cocok untuk dijadikan sebagai bahan pembuatan pakan ikan alternatif berupa mikrokapsul.
Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melakukan inovasi dengan memanfaatkan limbah ampas tahu nenjadi pakan ikan berupa mikrokapsul. Tim terdiri dari Fakultas Biologi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan serta Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan.
Baca: Mahasiswa UB Sulap Limbah Makanan dan Ternak Jadi Pupuk Bio Organik
Tim berangotakan Yulia Andini, Panji Arif Budiarto, Nanda Afita Sari, Shaumy Widiantika Humaira, dan Putri Zaky Alvas Syahniar, serta dosen pembimbing Eko Setiyono. Kandungan protein yang tinggi dalam ampas tahu inilah yang mendasari penelitian tersebut.
Ketua tim, Yulia Andini mengatakan bahwa penelitian ini dimulai dengan mengeringkan ampas tahu dan menghaluskannya terlebih dahulu. Kemudian, ampas tahu dicampur dengan bahan baku pakan lainnya dan dikeringkan dengan oven. Mikrokapsul ampas tahu sudah bisa digunakan untuk pakan larva ikan.
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk pemanfaatan limbah ampas tahu di Banyumas.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan