fakta unik otak saat belajar dok instagram @ditsmp.kemendikdasmen
fakta unik otak saat belajar dok instagram @ditsmp.kemendikdasmen

Bukan Cuma Menghafal, Ini Fakta Unik Cara Kerja Otak Saat Belajar

Renatha Swasty • 22 September 2026 18:04
Ringkasnya gini..
  • Otak manusia dapat mengalami neuroplastisitas, yakni memperkuat koneksi sel saraf seiring makin sering belajar.
  • Tidur cukup dan olahraga rutin terbukti krusial untuk membantu konsolidasi memori serta merangsang protein BDNF.
  • Kombinasi latihan konsisten, istirahat cukup, dan asupan nutrisi seimbang menjadi kunci optimalnya fungsi otak.
Jakarta: Pernah merasa materi pelajaran yang awalnya sulit akhirnya menjadi lebih mudah setelah sering dipelajari? Ternyata, ada proses yang terjadi di dalam otak di balik kemampuan tersebut.

Otak manusia itu merupakan organ yang memiliki kemampuan luar biasa dalam menerima, mengolah, dan menyimpan informasi. Nah, ada sejumlah fakta mengenai apa yang terjadi pada otak ketika seseorang belajar, berikut beberapa fakta uniknya dikutip dari Direktorat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen):

Fakta unik otak

1. Adanya Proses Neuroplastisitas 

Neuroplastisitas merupakan kemampuan otak untuk berubah dan beradaptasi berdasarkan pengalaman. Perubahan ini antara lain berkaitan dengan bagaimana koneksi antarsel saraf atau neuron dibentuk, diperkuat, maupun diatur kembali.

Ketika seseorang mempelajari sesuatu yang baru, otak dapat membentuk dan memperkuat hubungan antarsel saraf. Semakin sering suatu kemampuan dilatih dan diulang, koneksi saraf yang berkaitan dengan kemampuan tersebut dapat menjadi semakin kuat.

2. Tidur Juga Bagian dari Proses Belajar

Kalau selama ini tidur dianggap sebagai waktu ketika otak benar-benar berhenti bekerja, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Tidur berperan dalam konsolidasi memori, yakni proses ketika informasi yang sudah dipelajari diproses dan disimpan sehingga dapat menjadi ingatan jangka panjang.

Tidur disebut juga membantu otak membersihkan sisa metabolisme agar tetap bekerja dengan baik, maka dari itu gangguan terhadap ritme tidur dapat berkaitan dengan menurunnya konsentrasi serta kemampuan kognitif.

Artinya, belajar sampai larut malam bukan satu-satunya cara untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian. Memberikan kesempatan kepada tubuh dan otak untuk beristirahat juga menjadi bagian dari kebiasaan belajar yang sehat.
 

3. Olahraga Bukan Cuma untuk Tubuh

Fakta berikutnya mungkin menarik bagi siswa yang lebih suka berolahraga dibanding duduk berjam-jam di depan buku. Aktivitas fisik dapat merangsang pelepasan Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF).

Protein tersebut membantu memperkuat hubungan antar sel saraf serta mendukung pembentukan sel saraf baru pada bagian otak yang berperan dalam proses belajar dan mengingat, yaitu hipokampus. Jadi, aktivitas fisik dapat menjadi bagian dari rutinitas yang mendukung kesehatan otak, bukan sekadar menjaga kebugaran tubuh.

4. Otak Perlu Latihan dan Nutrisi

Selain belajar berulang, kemampuan otak dalam mengolah informasi juga membutuhkan stimulasi kognitif, aktivitas seperti membaca, belajar, dan melatih fokus dapat membantu melatih kemampuan otak dalam menerima dan mengolah informasi atau working memory.

Namun, latihan saja tidak cukup. Nutrisi, khususnya Omega-3/DHA dan zat besi, untuk mendukung perkembangan serta fungsi otak juga pentinf.

Melansir Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, pemenuhan nutrisi bagi perkembangan otak juga penting. Kekurangan nutrisi dapat berdampak terhadap kemampuan kognitif dan perilaku anak.

Beberapa kelompok makanan yang direkomendasikan antara lain ikan, kacang-kacangan, telur, sayuran, dan buah-buahan. Dari berbagai penjelasan tersebut, ada satu hal yang bisa dipahami bahwa otak bukan sesuatu yang statis.

Kemampuan belajar dapat terus berkembang melalui pengalaman dan latihan. Pengulangan membantu proses belajar, tidur memberikan kesempatan bagi otak memproses informasi, aktivitas fisik mendukung kesehatan dan fungsi otak, sedangkan pola makan bergizi membantu memenuhi kebutuhan tubuh dan otak.

Karena itu, belajar tidak harus selalu identik dengan duduk berjam-jam di depan buku. Belajar secara konsisten, memberikan jeda untuk beristirahat, cukup tidur, tetap aktif bergerak, dan menjaga pola makan justru menjadi kombinasi penting untuk mendukung proses belajar. (Levina Fidelia)
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan