Merespons tren mengkhawatirkan ini, Dokter Spesialis Neurologi Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, dr. Yoga Rossi Widya Utama, Sp.N, menguraikan penyebab dan langkah pencegahan yang efektif.
Penyebab Utama
Menurut Yoga, peningkatan kasus ini berakar pada perubahan pola kerja. “Pertemuan daring dan aktivitas di dalam ruangan yang padat membuat gaya hidup sedentari semakin umum. Akibatnya, otot, sendi, dan tulang punggung bawah rawan nyeri,” jelasnya, dikutip dari laman UGM, Selasa, 20 Januari 2026.Penyebab utama lainnya meliputi:
- Intensitas olahraga yang rendah atau teknik olahraga yang salah.
- Postur tubuh yang buruk dan menetap dalam waktu lama (duduk/berdiri).
- Pergerakan berulang atau mengangkat beban dengan teknik yang keliru.
Langkah-Langkah Pencegahan yang Efektif
Untuk mencegah nyeri punggung bawah dini, Yoga menyarankan beberapa hal sederhana:- Jaga Postur: Gunakan kursi dan meja ergonomis yang mendukung lekuk alami tulang belakang.
- Lakukan Peregangan: Selingi aktivitas duduk lama dengan peregangan ringan.
- Aktivitas Fisik Rutin: Lakukan olahraga seperti berjalan kaki, latihan otot ringan, atau berenang secara intens, rutin, dan dengan teknik tepat.
- Dukung dengan Fondasi Kesehatan: Perhatikan tidur yang cukup dan asupan makanan bergizi.
Mengenali Gejala dan Langkah Awal Penanganan
Gejala LBP yang perlu diwaspadai antara lain nyeri tumpul/tajam di punggung bawah, sulit berdiri tegak atau duduk lama, dan nyeri yang menjalar ke kaki. Jika mengalami gejala ini, Yoga menganjurkan:- Istirahat cukup (hindari istirahat terlalu lama di kasur empuk).
- Kompres area nyeri dengan air hangat atau dingin.
- Jika gejala menetap, konsultasikan ke dokter untuk konsumsi obat pereda nyeri atau rujukan fisioterapi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News