Ilustrasi/Pexels
Ilustrasi/Pexels

Kasus Nyeri Punggung Bawah Diprediksi Meledak di 2050, Dokter UGM Wanti-Wanti Ini

Citra Larasati • 20 Januari 2026 17:21
Jakarta: Gaya hidup sejak pascapandemi Covid-19 memicu lonjakan kasus nyeri punggung bawah atau Low Back Pain (LBP) pada kelompok usia produktif 20-40 tahun. Data global dari “Low Back Pain Collaborators” dalam jurnal The Lancet (2023) menunjukkan LBP telah memengaruhi 619 juta orang dan diproyeksikan melonjak menjadi 843 juta kasus pada 2050.
 
Merespons tren mengkhawatirkan ini, Dokter Spesialis Neurologi Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, dr. Yoga Rossi Widya Utama, Sp.N, menguraikan penyebab dan langkah pencegahan yang efektif.

Penyebab Utama

Menurut Yoga, peningkatan kasus ini berakar pada perubahan pola kerja. “Pertemuan daring dan aktivitas di dalam ruangan yang padat membuat gaya hidup sedentari semakin umum. Akibatnya, otot, sendi, dan tulang punggung bawah rawan nyeri,” jelasnya, dikutip dari laman UGM, Selasa, 20 Januari 2026.
 
Penyebab utama lainnya meliputi:
  1. Intensitas olahraga yang rendah atau teknik olahraga yang salah.
  2. Postur tubuh yang buruk dan menetap dalam waktu lama (duduk/berdiri).
  3. Pergerakan berulang atau mengangkat beban dengan teknik yang keliru.
“Bagian yang paling sering terkena adalah otot punggung bawah akibat kebiasaan duduk lama,” tambahnya.

Langkah-Langkah Pencegahan yang Efektif

Untuk mencegah nyeri punggung bawah dini, Yoga menyarankan beberapa hal sederhana:
  1. Jaga Postur: Gunakan kursi dan meja ergonomis yang mendukung lekuk alami tulang belakang.
  2. Lakukan Peregangan: Selingi aktivitas duduk lama dengan peregangan ringan.
  3. Aktivitas Fisik Rutin: Lakukan olahraga seperti berjalan kaki, latihan otot ringan, atau berenang secara intens, rutin, dan dengan teknik tepat.
  4. Dukung dengan Fondasi Kesehatan: Perhatikan tidur yang cukup dan asupan makanan bergizi.

Mengenali Gejala dan Langkah Awal Penanganan

Gejala LBP yang perlu diwaspadai antara lain nyeri tumpul/tajam di punggung bawah, sulit berdiri tegak atau duduk lama, dan nyeri yang menjalar ke kaki. Jika mengalami gejala ini, Yoga menganjurkan:
  1. Istirahat cukup (hindari istirahat terlalu lama di kasur empuk).
  2. Kompres area nyeri dengan air hangat atau dingin.
  3. Jika gejala menetap, konsultasikan ke dokter untuk konsumsi obat pereda nyeri atau rujukan fisioterapi.
Dengan menerapkan langkah pencegahan sedini mungkin, risiko gangguan nyeri punggung bawah pada usia produktif dapat dikurangi secara signifikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan