Menristek Bambang Brodjonegoro. Foto: Tangkapan layar.
Menristek Bambang Brodjonegoro. Foto: Tangkapan layar.

Diprediksi Muncul 46 Juta Pekerjaan Baru dari Revolusi Industri 4.0

Ilham Pratama Putra • 04 September 2020 10:02
Jakarta: Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan revolusi industri 4.0 memiliki dampak positif terhadap dunia kerja di Indonesia. Bahkan dia menyebut, ada 46 juta pekerjaaan baru yang bakal hadir akibat revolusi industri 4.0.
 
"Memang di dalam revolusi industri 4.0 terjadi job loss. Namun secara bersamaan ada new jobs ada peluang 46 juta pekerjaan baru," ujar Bambang dalam Youtube Kemenristek/Brin pada Mewujudkan Indonesia 4.0: Kumpulan Pemikiran Pelajar Indonesia, Kamis 3 September 2020.
 
Bambang mengatakan 10 juta di antara pekerjaan baru itu ialah pekerjaan yang belum pernah ada sebelumnya. Misalnya saja, kata Bambang, munculnya pekerjaan data scientist.

"Sekarang muncul data scientist. Orang yang bekerja untuk data analisis, orang yang paham data dan menganalisa big data," ujar Bambang.
 
Kebutuhan besar data scientist terdapat di berbagai sektor. Utamanya, bidang kesehatan, konstruksi, manufaktur dan ritel.
 
 

"Yang paling unik ini sekarang di konstruksi dan manufaktur di revolusi 4.0. Yang membuat pembangunan gedung misalnya bisa dikerjakan dalam hitungan minggu, tidak lagi hitungan tahun," jelas Bambang.
 
Di Indonesia sendiri kata Bambang, praktek konstruksi dan manufaktur itu sudah mulai terlihat. Misalnya saja jembatan Holtekamp Jayapura yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada akhir 2019 silam.
 
"Jadi jembatan Holtekamp itu di manufaktur atau dirakit di pabrik di Jawa, lalu dibawa dengan kapal ke Papua, lalu langsung dipasangkan. Jadi semacam lego, di manufaktur pabrik dan nanti tinggal di tempel," ungkap Bambang.
 
Dia berharap Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia dipersiapkan untuk menghadapi tantangan tersebut. Pada bangku perkuliahan, kata Bambang, mahasiswa sudah harus diarahkan untuk studi sesuai kebutuhan zaman.
 
"Mengarahkan mahasiswa pada bidang studi yang dibutuhhkan, terutama industri yang terikat dengan revolusi 4.0 itu tadi, seperti scentist dan bio engineering. Itu sendiri akan meningkatkan tenaga kerja karena sektor manufakturnya membutuhkan SDM itu," ungkap Bambang.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AGA)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan