GeNose C19 Universitas Gadjah Mada (UGM). Dok Humas UGM
GeNose C19 Universitas Gadjah Mada (UGM). Dok Humas UGM

Bulan Ini, 3.000 Unit GeNose Bakal Diproduksi

Pendidikan Virus Korona Pendidikan Tinggi Riset dan Penelitian UGM GeNose UGM
Ilham Pratama Putra • 05 Januari 2021 10:40
Jakarta: Alat deteksi covid-19 melalui embusan napas besutan Universitas Gadjah Mada (UGM), GeNose telah mendapat izin edar. Setidaknya 3.000 unit GeNose siap diproduksi pada Januari 2021.
 
"Januari ini paling optimistis itu di sekitar 3.000. Itu yang sudah pesanan yang sudah masuk memang sudah 3.000 (pesanan) beberapa hari yang lalu," kata Ketua tim pengembang GeNose, Kuwat Triyono kepada Medcom.id, Selasa, 5 Januari 2021.
 
Optimisme produksi GeNose muncul lantaran pemerintah telah memperhatikan pendanaan produksi alat ini. Baik Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset Inovasi Nasional (Kemenristek/Brin), maupun lembaga lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, Kuwat juga mengharapkan adanya perusahaan filantropi yang mendukung produksi ini. Sebab, pemesanan dari perusahaan itu tentunya akan mendorong keberadaan GeNose lebih banyak lagi.
 
"Jadi untuk mencukupi ya kita ini memang harus gotong royong. Ini perlu disupport bersama-sama," jelas Kuwat.
 
Baca: Biaya Tes Covid-19 GeNose Hanya Rp15 Ribu
 
Dia berharap produk inovasi ini terus mendapat perhatian. Sebab, keberadannya dinilai dapat meningkatkan angka testing dan tracing covid-19 di Indonesia.
 
"Sayang sekali kalau semua orang itu wait and see, lalu kemudian tidak ada satupun sama-sama memperjuangkan ini, menanggung risiko," tuturnya.
 
Per Kamis, 24 Desember 2020, Kementerian Kesehatan menerbitkan izin edar GeNose C19, alat deteksi covid-19 besutan tim peneliti UGM. Setiap unit GeNose disebut mampu melakukan tes covid-19 terhadap 120 orang per hari. Alat ini ditargetkan bisa mengetes hingga 1,2 juta orang dalam sehari. 
 
Sebanyak lima industri konsorsium telah berkomitmen untuk mendukung produksi GeNose, yakni PT. Yogya Presisi Tehnikatama Industri (bagian mekanik), PT. Hikari Solusindo Sukses (elektronik dan sensor), PT. Stechoq Robotika Indonesia (pneumatic), PT. Nanosense Instrument Indonesia (artificial intelligence, elektronik dan after sales), dan PT. Swayasa Prakarsa (assembly, perizinan, standar, QC/QA, bisnis).
 
Biaya tes dengan GeNose C19 cukup murah, hanya sekitar Rp15-25 ribu. Hasil tes juga sangat cepat, yakni sekitar dua menit, serta tidak memerlukan reagen atau bahan kimia lainnya. Selain itu, pengambilan sampel tes berupa embusan napas juga dirasakan lebih nyaman dibanding usap atau swab.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif