RAISA saat diperkenalkan di ITS beberapa waktu lalu
RAISA saat diperkenalkan di ITS beberapa waktu lalu

Karya ITS Masuk Produk Inovasi Penanganan Covid-19 Nasional

Pendidikan Virus Korona Riset dan Penelitian
Citra Larasati • 22 Mei 2020 20:25
Jakarta:Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 meluncurkan produk inovasi Indonesia untuk penanganan Covid-19 bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei lalu. Di antara produk tersebut, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) turut serta memberikan kontribusi inovasi berupa dua produk alat kesehatan.
 
Dalam video yang diunggah dalam channel YouTube Kemenristek /BRIN, dari berbagai produk inovasi yang telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) terdapat dua produk yang merupakan kontribusi riset dan inovasi dari ITS. Yakni Robot medical Assistant ITS-Airlangga (RAISA) dan produk Faceshield Mask ITS.
 
Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS, Agus Muhamad Hatta menjelaskan, bahwa dari banyak produk inovasi yang dikirimkan ITS kepada Kemenristek/BRIN, dua produk itulah yang terpilih untuk ditampilkan bersama jajaran produk-produk unggulan nasional lainnya. “RAISA ini bisa membantu tenaga medis di RSUA, dan produk Faceshield telah diproduksi lebih dari 150 ribu unit dengan sistem donasi,” jelasnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:Meracik Vaksin Covid-19 Butuh Waktu Panjang
 
Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerja sama, dan Kealumnian ITS, Bambang Pramujati juga menambahkan, bahwa dua produk ini memberikan dampak besar bagi tenaga medis. Bahkan faceshield yang diproduksi oleh tim ITS telah disebarkan ke berbagai provinsi di Indonesia.
 
“Produk ini tentunya memberikan rasa aman bagi para tenaga medis yang berada di garda depan,” ujar dosen Teknik Mesin ITS ini.
 
Melanjutkan pernyataan sebelumnya, peluncuran produk inovasi untuk penanganan covid-19 ini merupakan sebuah apresiasi dari Kemenristek/BRIN kepada ITS dan para inventor lainnya. “Ini juga merupakan dampak positif untuk kita, karena karya kita bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas,” imbuh Hatta.
 
Dengan masuknya kedua produk ini ke dalam produk inovasi untuk penanganan covid-19, Hatta mengharapkan agar keduanya bisa diproduksi secara massal. Mengingat produk ini dibutuhkan di berbagai tempat di Indonesia.
 
“Kami mengharapkan dapat diproduksi secara massal melalui hilirisasi atau difusi industri,” ungkap dosen Teknik Fisika ini.
 
Baca juga:Menristek: Kita Harus Siap Hidup Tanpa Vaksin Korona
 
Sementara untuk produksi RAISA, terang Bambang, ITS dan RSUA akan melakukan proses produksi lebih banyak. Tim peneliti sudah mendapat izin dan pendanaan dari Kemenristek/BRIN untuk melakukan proses produksi RAISA.
 
“Sejauh ini sudah diproduksi empat untuk RSUA, harapannya bisa digunakan oleh rumah sakit pendidikan lainnya juga,” paparnya.
 
Bambang mengungkapkan, bahwa masyarakat harus sadar dan bangkit dengan produk-produk inovasi karya anak bangsa. “Ketergantungan kita terhadap barang impor sebisa mungkin harus ditekan, dan bila memungkinkan harus dihilangkan,” tandasnya.
 
Hatta berharap, dengan adanya produk inovasi ini, terutama dari ITS yang bekerja sama dengan RSUA, bisa membantu tenaga medis dan masyarakat umum untuk berjuang melawan pandemi ini.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif