Flower Moon atau Bulan Purnama Bunga akan mencapai fase purnama pada Jumat, 1 Mei 2026. Momen ini tidak sekadar menawarkan panorama bercahaya yang luar biasa, tetapi juga menyimpan riwayat budaya leluhur.
Yuk kenalan lebih dalam dengan Purnama Flower Moon mulai dari sejarah serta jadwa dan cara lihatnya berikut ini dikutip dari laman fmipa.unesa.ac.id:
Sejarah Purnama Flower Moon
Purnama ini dijuluki Flower Moon (Bulan Bunga) oleh suku asli Amerika karena bertepatan dengan masifnya bunga bermekaran di pertengahan tahun. Jadi, bulan tidak akan berubah wujud menyerupai kelopak bunga atau memancarkan spektrum warna pelangi. ISecara fisik, warna dan wujud bulan tetap sama seperti purnama pada umumnya, yakni bercahaya kuning pucat ketika baru terbit dan memutih keperakan saat berada tinggi di zenit.
Suku-suku asli Amerika (Native American) menggunakan fase bulan sebagai kalender hidup. Di belahan bumi utara, bulan Mei adalah titik datangnya musim semi.
Udara yang menghangat memicu fenomena mekarnya ribuan spesies flora liar secara serentak. Alih-alih menghitung tanggal, mereka menyelaraskan penanggalan dengan harmoni alam, melahirkan julukan puitis Flower Moon atau Bulan Bunga.
Jadwal Flower Moon di Indonesia dan Cara Melihatnya
Fenomena ini selalu singgah di langit malam pada bulan Mei setiap tahunnya. Karena sistem penanggalan Masehi (Gregorian) tidak sejalan persis dengan siklus fase bulan, tanggal puncak Flower Moon akan terus bergeser dari tahun ke tahun.Pada 2026, para astronom telah menghitung secara presisi bahwa puncak purnama ini jatuh pada hari Jumat, 1 Mei 2026. Momen ini menjadi kesempatan emas karena bertepatan dengan hari libur nasional Hari Buruh sehingga kamu bisa menyaksikannya bersama keluarga saat menikmati liburan long weekend Mei 2026.
Di tahun-tahun lainnya, momen ini bisa saja terjadi di pertengahan atau akhir bulan. Untuk mengamatinya, kamu cukup memastikan langit cerah lalu arahkan pandangan ke atas untuk menikmati keindahannya dengan mata telanjang.
Dikutip dari laman forbes.com, Flower Moon akan mencapai fase purnama pada pukul 13.24 EDT pada hari Jumat, 1 Mei 2026. Bulan tersebut akan tampak purnama pada malam sebelumnya dan malam sesudahnya.
Namun, waktu terbaik menyaksikan terbitnya di Amerika Utara adalah saat bulan terbit pada senja hari Jumat, 1 Mei, ketika bulan tersebut muncul di cakrawala timur tak lama setelah matahari terbenam.
Flower Moon bulan purnama ke-5 di 2026
Flower Moon bukanlah supermoon pada tahun 2026. Orbit bulan mengelilingi Bumi berbentuk sedikit elips, yang berarti setiap bulan, bulan mencapai titik terdekat (perigee) dan titik terjauh (apogee).Supermoon terjadi ketika bulan purnama bertepatan dengan perigee, sehingga tampak sedikit lebih besar dan lebih terang di langit. Karena terjadi dekat dengan apogee, Flower Moon justru sebaliknya, yaitu mikromoon.
Bulan purnama berikutnya setelah Flower Moon adalah Blue Moon pada 31 Mei 2026, yaitu bulan purnama kedua dalam bulan kalender yang sama. Malam yang tepat untuk menyaksikan terbitnya bulan adalah pada tanggal 30 Mei 2026, ketika bulan yang hampir purnama akan terbit tak lama setelah matahari terbenam di seluruh Amerika Utara dan Eropa.
Flower Moon adalah bulan purnama kelima pada tahun 2026. Satu tahun matahari berlangsung sekitar 365,24 hari, sedangkan satu tahun lunar, yang terdiri dari 12 siklus bulan purnama, berjumlah sekitar 354 hari.
Itulah sebabnya beberapa tahun kalender memiliki 13 bulan purnama. Ke-13 bulan purnama pada tahun 2026 sejauh ini telah mencakup gerhana bulan total Blood Moon pada Maret dan akan mencakup Supermoon pada bulan November dan Desember, yang terakhir terjadi pada Malam Natal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News