FKG UGM. DOK UGM
FKG UGM. DOK UGM

Kalahkan Kampus Dunia, FKG UGM Raih Peringkat 1 WURI 2026 Lewat 2 Inovasi Ini

Renatha Swasty • 03 Juni 2026 07:04
Ringkasnya gini..
  • FKG UGM menempati peringkat top 100 dunia pada delapan penghargaan di ajang World University Rankings for Innovation (WURI) 2026.
  • FKG UGM menjadi satu-satunya fakultas yang bersaing di antara universitas-universitas besar dari berbagai negara.
  • Ke depan, FKG UGM juga berencana terus mengikuti berbagai kategori pemeringkatan internasional lainnya.
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) menempati peringkat top 100 dunia pada delapan penghargaan di ajang World University Rankings for Innovation (WURI) 2026. Dua di antaranya meraih peringkat satu untuk kategori Representative Research Project dari inovasi Dental Silkbon dan Financial Impact-Driven Technology Transfer untuk inovasi Propasdent.
 
Total ada 96 negara, 1.927 universitas, dan 13.211 program inovasi yang diadu. Dekan FKG UGM, Suryono, mengungkapkan keberhasilan itu merupakan hasil kerja keras tim dalam upaya beberapa tahun terakhir. 
 
“Saya merasa sangat senang dan bangga terhadap tim yang telah bekerja keras. Dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun terakhir, FKG UGM berhasil menempatkan diri pada berbagai kategori pemeringkatan dunia,” ujar Suryono dikutip dari laman ugm.ac.id, Rabu, 3 Juni 2026.

FKG UGM menjadi satu-satunya fakultas yang bersaing di antara universitas-universitas besar dari berbagai negara. Suryono menyebut pencapaian tersebut tak terlepas dari kemampuan institusi membangun narasi atas reputasi dan inovasi yang dimiliki. 
 
Ia menilai banyak perguruan tinggi sebenarnya memiliki prestasi besar, tetapi belum mampu mensosialisasikannya secara optimal kepada publik internasional. “Sebaik apa pun prestasi yang dimiliki, jika tidak pernah dikenalkan kepada pihak eksternal, maka tidak akan pernah mendapat rekognisi,” kata dia.
 
Suryono menekankan pentingnya memiliki manajemen kreatif dan inovatif dalam membangun citra institusi. Menurut dia, kemampuan menarasikan capaian secara strategis perlu agar dapat terbaca oleh lembaga pemeringkatan dunia. 
 
Pada tahun 2024, FKG UGM juga pernah menempati peringkat keenam dunia dalam kategori Entrepreneurial Spirit. Pada kategori tersebut, FKG UGM berada di atas sejumlah universitas ternama seperti Oxford dan Harvard University. 
 
“Tentu perangkingan bukan satu tujuan, tetapi setidaknya kita membuktikan bahwa prestasi itu kalau dibiarkan ya tidak ubahnya semacam emas yang tertutup lumpur,” ujar dia.
 

Inovasi UGM

Terkait dua inovasi FKG UGM, Suryono menjelaskan satu produk sudah selesai pada hilirisasi prototipe, dengan lainnya ke arah komersialisasi. Produk pertama berupa pengembangan serat sutra sebagai material kedokteran gigi. 
 
Prototipe ini yang dapat dimanfaatkan untuk pengikat gigi goyah maupun bahan gigi tiruan. Ia mengungkapkan penggunaan bahan dari serat sutra merupakan produk alami yang dihasilkan oleh masyarakat petani.
 
Inovasi kedua adalah pengembangan pasta gigi Propasdent yang berfokus pada menjaga keseimbangan mikroflora rongga mulut. Konsep tersebut dikembangkan dengan pendekatan rongga mulut tidak harus steril, melainkan perlu menjaga keseimbangan mikroorganisme agar tidak memicu gangguan kesehatan gigi dan mulut. 
 
“Salah satu kekuatan inovasi kita adalah mengangkat kearifan lokal untuk digunakan sebagai bagian daripada material. Seperti yang diketahui material kedokteran gigi itu kan 90 persen impor, tetapi ternyata kita dengan berbahan lokal pun bisa menciptakan,” jelas dia.
 
Kedua inovasi tersebut merupakan bentuk upaya FKG UGM agar hasil penelitian tidak berhenti hanya pada publikasi. Ia mengungkapkan usaha FKG dalam inovasi selain HAKI juga dapat dilanjutkan menuju hilirisasi, hingga tahap komersialisasi. 
 
Menurut dia, budaya riset di perguruan tinggi perlu diarahkan agar mampu menghasilkan dampak ekonomi dan sosial yang lebih luas. Meski telah meraih peringkat dunia, Suryono menilai tantangan berikutnya adalah memperkuat aspek komersialisasi hasil inovasi. 
 
Ia berharap UGM dapat memiliki unit khusus yang mampu membantu pemasaran dan pengembangan produk hasil riset dari berbagai fakultas. “Kami berharap ada unit khusus di UGM yang bisa membantu komersialisasi produk hasil hilirisasi riset sehingga dapat menjadi sumber pendanaan tambahan bagi pengembangan institusi,” ujar dia.
 
Ke depan, FKG UGM juga berencana terus mengikuti berbagai kategori pemeringkatan internasional lainnya. Namun, fakultas bertekad tidak ingin bertanding pada kategori yang sama, melainkan mencoba masuk ke bidang lain yang sesuai dengan kekuatan fakultas. 
 
Ia berharap budaya inovatif, kreatif, dan keberanian menunjukkan potensi institusi dapat terus dipertahankan oleh sivitas akademika FKG UGM. “Tidak ada yang tidak bisa dilakukan selama kita mau berusaha. Saya yakin generasi berikutnya di FKG UGM ini bisa melanjutkan prestasi yang telah kita capai dan sangat luar biasa,” ucap Suryono.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA