Ilustrasi. Foto: MI/Rommy Pujianto
Ilustrasi. Foto: MI/Rommy Pujianto

Keppres Tim Pengembangan Vaksin Covid-19 Segera Terbit

Pendidikan Virus Korona Riset dan Penelitian
Citra Larasati • 07 Juli 2020 14:55
Jakarta:Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Bambang Brodjonegoro menerangkan, Keputusan Presiden (Keppres) tentang Tim Nasional Pengembangan Vaksin Virus Korona (Covid-19) akan segera terbit dalam satu atau dua pekan ke depan.
 
Untuk diketahui, Menristek/Kepala BRIN, Bambang Brodjonegoro ditunjuk sebagai Ketua Tim Pengembangan Vaksin bersama Menteri Kesehatan dan Menteri Badan Usaha Milik Negara. Dengan adanya Keppres tersebut, maka kegiatan penelitian vaksin covid-19 akan lebih cepat dan terintegrasi.
 
Update yang bisa disampaikan adalah Kita sedang berupaya mengembangkan vaksin dengan tiga prinsip yaitu cepat, efektif, dan mandiri," kata Bambang dalam keterangannya, Selasa, 7 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Bambang, saat ini Pemerintah mencari vaksin paling cepat yang bisa dikembangkan dan Bio Farma sebagai BUMN sudah bekerja sama, misalnya dengan perusahaan pharmaceutical dari Tiongkok yang tahapan vaksinnya sudah masuk uji klinis tahap dua dan tahap tiga.
 
"Kemudian Kami di internal Lembaga Eijkman juga melakukan pengembangan vaksin dengan menggunakan metode namanya protein recombinant yang nantinya akan bekerja sama dengan Biofarma untuk tahapan pengujian klinisnya," papar Bambang.
 
Baca juga:Pakar UGM: Kalung Eucalyptus Belum Terbukti Sebagai Antivirus Covid-19
 
Bambang menambahkan, bahwa faktor kecepatan sangat penting, jangan sampai Indonesia tertinggal dalam memproduksi vaksin sesuai dengan strain virus yang beredar di Indonesia. "Karena itu kita tetap perlu mengembangkan vaksin di dalam negeri, karena vaksin yang dikembangkan Eijkman itu sudah langsung menggunakan isolat virus yang ada di Indonesia. Mandiri maksudnya baik dalam pengembangan bibit vaksinnya dan paling penting juga dalam produksinya,” terang Bambang.
 
Dalam hal pendanaan, Kementerian Riset dan Teknologi/BRIN menganggarkan anggaran yang khusus dialokasikan untuk konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19. “Ketika mulai terjadi pandemi, Kami merupakan salah satu dari kementerian yang anggarannya dipotong (di-refocusing untuk penanganan Covid 19). Karena itu kami mencari cara bagaimana kita bisa mendukung konsorsium," tegasnya.
 
Pertama, dengan menggunakan dana abadi penelitian yang didukung oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Kedua, realokasi anggaran terutama dari BPPT dan LIPI, ditambah ketiga realokasi anggaran BOPTN (Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri) yang kami dedikasikan untuk penanganan covid-19.
 
"Dalam berbagai aspek dari screening, diagnosis, alat kesehatan, obat, terapi, sampai ke vaksin,” tegas Bambang.
 

(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif