Desain kapal tongkang bertangki coselle rancangan tim mahasiswa ITS. Foto: ITS/Humas
Desain kapal tongkang bertangki coselle rancangan tim mahasiswa ITS. Foto: ITS/Humas

Kapal Tongkang Bertangki Coselle untuk Bantu Distribusi Gas Bumi

Pendidikan inovasi Pendidikan Tinggi Riset dan Penelitian ITS
Citra Larasati • 20 April 2021 10:12
Jakarta:  Tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) merancang kapal tongkang bertangki coselle untuk mendistribusikan permintaan gas bumi di wilayah timur Indonesia.  Inovasi ini berangkat dari kondisi geografis yang ekstrem di wilayah timur Indonesia, menyebabkan distribusi hasil produksi gas bumi dirasa kurang ekonomis.
 
Mereka adalah Mujadid Aldin Albasyir, Adiv Gayu Athallah, dan Annisa Aulia yang tergabung dalam sebuah kelompok bernama Anglung Team. Ketiganya merupakan mahasiswa Departemen Teknik Kelautan, Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) ITS.
 
Ketiganya menginovasikan sebuah kapal tongkang dengan Winged Air Induction Pipe (WAIP) sebagai Air Lubrication System.  Mujadid, ketua tim menjelaskan, inovasi tersebut diangkat dari potensi wilayah timur Indonesia yang memiliki produksi gas bumi kurang lebih 1.000-1.500 MMSCFD dan 87 persennya diekspor ke negara lain.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tetapi, karena kondisi geografis yang kurang mendukung akibat pulau-pulau yang terpencar menjadikan distribusi gas bumi di Indonesia menjadi susah. “Oleh karena itu, kita menginovasikan teknologi distribusi gas bumi dengan menggunakan kapal tongkang agar lebih mudah dan murah,” ucap mahasiswa yang akrab disapa Aldin ini, dikutip dari laman ITS, Selasa, 20 April 2021.
 
Baca juga:  UGM Teliti Khasiat VCO Sebagai Terapi Adjuvan Covid-19
 
Teknologi yang dirancang ini, menurut Aldin, pada prinsipnya menggabungkan tiga teknologi yang ada di industri maritim. Tiga teknologi tersebut yaitu Kapal Tongkang, Tangki Coselle Compressed Natural Gas (CNG), dan WAIP.
 
“Teknologi tersebut kami rasa lebih tepat dibandingkan menggunakan pipa dan kapal carrier dalam distribusi gas bumi,” imbuh mahasiswa 19 tahun ini.
 
Sambung Aldin, kapal tongkang dan tangki coselle digunakan untuk memaksimalkan kapasitas gas bumi yang akan dibawa. Sedangkan WAIP sendiri digunakan untuk mengurangi resistansi dan gesekan pada kapal.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif