ILustrasi/Medcom
ILustrasi/Medcom

Apakah Vaksin Lama Masih Ampuh? Ini Kata Pakar UGM Soal Varian 'Superflu' Baru

Citra Larasati • 09 Januari 2026 18:56
Jakarta: ​Sebanyak 62 kasus Influenza A subclade K, yang populer disebut "Superflu" telah ditemukan di Indonesia. Berdasarkan data Whole Genome Sequencing (WGS), kasus ini terdeteksi sejak Agustus 2025, dengan jumlah terbanyak dilaporkan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
 
Terbaru, satu orang dilaporkan meninggal dunia di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung setelah tertular virus ini. Menanggapi temuan ini, Dosen Mikrobiologi FK-KMK UGM, Prof. dr. Tri Wibawa, Ph.D., Sp.MK (K), menegaskan, Influenza A subclade K secara genetik memang berbeda dengan virus flu musiman yang sebelumnya beredar.
 
Namun, subvarian ini masih berkerabat dekat dan belum menunjukkan tanda-tanda evolusi yang tidak biasa. “Sejauh ini, tidak ada bukti dari studi laboratorium maupun studi populasi bahwa varian ini dapat menghindari kekebalan tubuh manusia yang terbentuk oleh infeksi influenza sebelumnya atau dari vaksin yang telah didapatkan,” jelasnya dikutip dari laman UGM, Jumat, 9 Januari 2026.

Tri juga menyoroti penggunaan istilah 'superflu' yang dinilai bukan istilah ilmiah. Menurutnya, belum ada indikasi bahwa varian ini lebih ganas (virulen) dibandingkan virus influenza H3N2 yang telah dikenal.
 
Meski begitu, kewaspadaan tetap diperlukan karena virus influenza pada umumnya dapat berakibat fatal bagi kelompok rentan seperti lansia.

Perubahan Genetik dan Potensi Penularan

Lebih lanjut, Tri menjelaskan virus influenza, termasuk subclade K, terus berubah karena sifat materi genetiknya (RNA). Perubahan genetik kecil ini dapat menghasilkan varian-varian baru.
 
“Ada potensi [perubahan] akan menyebabkan sistem kekbalan manusia menjadi tidak mampu untuk melawan, dan konsekuensi lainnya, seperti penularan yang lebih cepat,” terangnya.

Langkah Pencegahan yang Efektif

Untuk mencegah penularan, Tri menganjurkan penerapan etika batuk, penggunaan masker bagi yang bergejala, mencuci tangan secara berkala, istirahat yang cukup, serta memastikan sirkulasi udara yang baik di dalam ruangan.
 
“Vaksinasi tetap dianjurkan untuk kelompok rentan, seperti anak-anak, orang lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit kronis,” ujarnya.
 
Baca juga:  Kritik Pedas Pakar UGM Soal Menu MBG, Soroti Keberadaan Ultra-Processed Food

Kewaspadaan dan protokol kesehatan tetap menjadi kunci menghadapi potensi penyebaran varian virus ini.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan