Ginjal. DOK Freepik
Ginjal. DOK Freepik

Mengenal TBC Ginjal: Gejala, Penyebab hingga Bahayanya

Renatha Swasty • 10 Februari 2026 15:47
Ringkasnya gini..
  • TBC ginjal merupakan salah satu bentuk TBC ekstra paru yang terjadi akibat infeksi Mycobacterium tuberculosis pada ginjal.
  • TBC ginjal umumnya terjadi akibat penyebaran kuman dari fokus infeksi primer di paru melalui aliran darah.
  • Gejala awal TBC ginjal bisa berupa nyeri berkemih, peningkatan frekuensi berkemih, atau perdarahan saluran kemih.
Jakarta: Penyakit tuberkulosis (TBC) selama ini lebih dikenal sebagai penyakit yang menyerang paru-paru. Nyatanya, TBC bisa juga menyerang ginjal seperti yang dialami oleh vokalis Element, Lucky Widja. 
 
Sebenarnya seperti apa itu TBC ginjal? Yuk kenali TBC ginjal dan gejalanya berikut ini. 
 
Dokter spesialis penyakit dalam sekaligus dosen Fakultas Kedokteran IPB University, Christy Efiyanti, menjelaskan TBC ginjal merupakan salah satu bentuk TBC ekstra paru yang terjadi akibat infeksi Mycobacterium tuberculosis pada ginjal. Perbedaan utama TBC ginjal dan TBC paru terletak pada organ yang terinfeksi.

Pada TBC paru, infeksi terjadi di paru. Sementara itu, infeksi TBC ginjal umumnya terjadi akibat penyebaran kuman dari fokus infeksi primer di paru melalui aliran darah.
 
“Rute infeksi utamanya melalui inhalasi aerosol yang mengandung Mycobacterium tuberculosis. Ginjal memiliki banyak pembuluh darah dan dapat terinfeksi secara hematogen, melalui pembuluh darah limfatik, atau penyebaran langsung setelah infeksi primer dari paru atau usus,” jelas Christy dalam keterangan tertulis, Selasa, 10 Februari 2026. 
 
Dia memaparkan proses infeksi tersebut dapat menimbulkan peradangan kronis pada ginjal. Kondisi ini dapat berkembang menjadi nefritis tubulointerstisial (peradangan ginjal) kronis, nekrosis papiler, hingga fibrosis dengan kerusakan luas pada jaringan ginjal. 
 
Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk uropati obstruktif, hidronefrosis, dan gagal ginjal,” ujar dia. 
 
Gejala awal TBC ginjal kerap tidak khas sehingga sering terlambat terdiagnosis. Keluhan bisa berupa nyeri berkemih, peningkatan frekuensi berkemih, atau perdarahan saluran kemih.
 
“Kadang hanya dikira sebagai infeksi saluran kemih biasa,” kata Christy. 
 
Gejala umum seperti demam, penurunan berat badan, dan keringat malam juga dapat muncul, meski tidak selalu. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan dan pemeriksaan dini.
 
“Bila ada keluhan berkemih sebaiknya jangan ditunda, segera konsultasikan ke dokter. Dokter akan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang laboratorium dan radiologis untuk menegakkan diagnosis dan memberikan pengobatan yang sesuai,” ujar dia. 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan