Banyak orang percaya aroma darah manusia dapat memicu perilaku agresif pada hiu. Faktanya, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim bahwa hiu tertarik pada darah manusia, termasuk darah menstruasi.
Para ilmuwan telah mengidentifikasi sekitar 540 spesies hiu di dunia saat ini. Mayoritas dari spesies tersebut memiliki ukuran tubuh yang relatif kecil dan sama sekali tidak membahayakan manusia.
Bahkan, hiu-hiu besar yang sering dianggap berbahaya sebenarnya sangat pilih-pilih soal makanan. Mereka lebih memilih mangsa yang kaya akan lemak seperti anjing laut dan paus, ketimbang manusia yang memiliki kandungan lemak dan otot jauh lebih sedikit.
Lantas, apakah hiu benar-benar memakan manusia? Yuk simak penjelasannya berikut ini.
Apakah Hiu Makan Manusia?
Mengutip laman SharkSpeak, hiu sama sekali tidak suka makan manusia karena manusia bukanlah menu makanan alami mereka. Ketika terjadi kasus serangan, hiu hampir tidak pernah menghabiskan atau memakan tubuh korbannya.Setelah menggigit satu atau dua kali, hiu biasanya akan langsung pergi dan meninggalkan manusia begitu saja. Alasan utamanya adalah karena hiu sangat pilih-pilih soal makanan.
Tubuh manusia sebagian besar terdiri dari otot dan tulang, serta tidak memiliki kandungan lemak yang cukup tinggi untuk memenuhi kebutuhan energi mereka. Hiu besar seperti Hiu Putih jauh lebih memilih berburu hewan laut yang gemuk dan kaya akan lemak, seperti anjing laut atau singa laut.
Bagi hiu, manusia adalah hidangan kurang bergizi dan sama sekali tidak lezat. Satu-satunya momen di mana hiu tercatat pernah memakan manusia hanyalah saat terjadi bencana besar di tengah lautan, seperti kapal perang yang tenggelam.
Itu pun terjadi karena korban terombang-ambing selama berminggu-minggu di laut lepas dan sering kali sudah meninggal terlebih dahulu akibat tenggelam atau kedinginan sebelum hiu datang. Jadi dalam kondisi normal, tidak perlu takut karena hiu tidak pernah sengaja berenang ke pantai untuk mencari manusia untuk dimakan.
Mengapa Hiu Terkadang Menggigit Manusia?
Apabila hiu tidak suka makan manusia, lalu mengapa serangan tetap bisa terjadi? Para peneliti mengungkapkan perilaku tersebut bukan disebabkan karena hiu salah mengira manusia sebagai makanannya.Hiu adalah pemangsa visual yang memiliki penglihatan cukup baik, sehingga kecil kemungkinan mereka mengira peselancar sebagai penyu atau anjing laut. Sebaliknya, ilmuwan meyakini gigitan hiu sering kali merupakan tindakan penasaran.
Hiu memiliki organ sensorik yang sangat padat di bagian wajah dan moncongnya untuk mendeteksi lingkungan sekitar, termasuk mendeteksi sinyal listrik dari gerakan otot makhluk hidup lain. Karena hiu tidak memiliki tangan untuk meraba, mereka akhirnya menggunakan mulut untuk meneliti objek asing yang ada di air, sebuah perilaku yang dikenal sebagai mouthing.
Hiu sering melakukan hal ini pada benda mati, seperti baling-baling kapal yang menghasilkan arus listrik, hanya untuk mencari tahu benda apa itu. Sayangnya, karena ukuran gigi hiu sangat besar dan tajam, aksi investigasi yang sebenarnya tidak berniat menyerang ini justru menyebabkan luka parah bagi manusia.
Fakta Penting Mengenai Kasus Serangan Hiu
Berikut beberapa fakta penting yang harus diketahui:1. Serangan hiu sangat jarang terjadi
Berdasarkan data dari International Shark Attack File (ISAF), risiko kematian akibat serangan hiu sangatlah rendah, meskipun seluruh data dunia telah dicatat sejak tahun 1580.2. Jarang berakibat fatal
Kebanyakan insiden serangan hiu, bahkan yang melibatkan spesies besar seperti hiu putih, hiu macan, dan hiu banteng, berakhir dengan satu gigitan saja sebelum akhirnya hiu tersebut berenang menjauh karena tahu kita bukan makanannya.3. Angka kasus terus menurun
Akibat maraknya aktivitas penangkapan ikan secara berlebih, populasi hiu di dunia saat ini menurun drastis. Hal ini membuat tingkat gigitan atau pertemuan antara hiu dan manusia di laut juga semakin berkurang dari tahun ke tahun.Sobat Medcom, itulah informasi mengenai apakah hiu memakan manusia atau tidak. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan kamu, ya! (Talitha Islamey)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda