Ilustrasi Candi Borobudur. Medcom
Ilustrasi Candi Borobudur. Medcom

Sejarah Kerajaan Mataram Kuno, Cikal Bakal Berdirinya Candi Borobudur

Medcom • 21 Maret 2022 21:56
Jakarta: Pernahkah Sobat Medcom berkunjung ke Candi Borobudur? Bangunan bersejarah yang sempat dinobatkan sebagai keajaiban dunia itu ternyata merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno.
 
Melansir Zenius, kerajaan bercorak Hindu-Budha ini menguasai hampir seluruh wilayah Jawa Tengah, lebih tepatnya mulai dari Yogyakarta hingga Surakarta. Kerajaan yang berdiri pada 752 M itu merupakan hasil pembagian Kerajaan Kalingga oleh Ratu Shima untuk kedua anaknya, Dewi Parwati dan Iswara Kasawalingga.
 
Di daerah yang diterima Dewi Parwati itulah didirikan Kerajaan Mataram Kuno. Namun, pendiri kerajaan tersebut bukan Dewi Parwati.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Prasasti Canggal, pendiri Kerajaan Mataram Kuno adalah anak Dewi Parwati bernama Sanaha. Namun, berdasarkan penuturan Prasasti Mantyasih, pendiri kerajaan itu ialah Sanjaya, anak dari Sanaha atau cucu Dewi Parwati.
 
Prasasti Mantyasih menyebut, Sanaha memang pernah mendirikan kerajaan, tetapi bukan Mataram Kuno. Kerajaan besutan Sanaha itu bahkan sudah runtuh akibat sebuah serangan. Inilah sebabnya, Sanjaya dianggap sebagai orang pertama yang mendirikan pusat ibu kota Kerajaan Mataram Kuno.


Sejarah singkat Kerajaan Mataram Kuno

Berbicara tentang silsilah Kerajaan Mataram Kuno, tentu tak terlepas dari beberapa sosok asal Kerajaan Kalingga. Seperti yang sudah dibahas di awal, penguasa Kerajaan Kalingga kala itu, Ratu Shima, membagi wilayah kekuasaan untuk kedua anaknya, Dewi Parwati dan Iswara Kasawalingga.
 
Setelah Dewi Parwati berkeluarga, dia dikaruniai seorang cucu bernama Sanjaya. Kemudian, Sanjaya menikahi sepupunya sendiri, Dewi Sudiwara yang merupakan cucu dari Iswara Kasawalingga.
 
Dari hasil pernikahan itu, lahir penerus kerajaan bernama Rakai Panangkaran. Di masa pemerintahannya inilah mulai dibangun candi-candi bercorak Budha, padahal kedua orang tuanya merupakan pemeluk agama Hindu.
 
Usut punya usut, candi bercorak Budha banyak didirikan karena Kerajaan Mataram Kuno sedang diserang oleh kerajaan Budha, yaitu Kerajaan Sriwijaya. Rakyat banyak yang tunduk dan mengakui agama Buddha. Meski begitu, sebagian rakyat lainnya tetap diperbolehkan beribadah dalam agama Hindu.
 
Singkat cerita, Rakai Panangkaran memiliki cicit bernama Balaputradewa dan Samaratungga dari Dinasti Syailendra. Familiar dengan kedua nama tersebut? Ya, Samaratungga merupakan pendiri Candi Borobudur, sedangkan Balaputradewa menjadi salah satu raja dari Kerajaan Sriwijaya.
 
Tahta kerajaan selanjutnya diteruskan oleh menantu Samaratungga, yaitu Rakai Pikatan dari Dinasti Sanjaya. Mestinya, putri Samaratungga yang bernama Pramodawardhani-lah yang memegang pemerintahan. Namun, setelah menikah, kerajaan malah dikuasai Rakai Pikatan.
 
Kerajaan Mataram Kuno berakhir di masa pemerintahan Mpu Sindok. Runtuhnya kerajaan ini bukan karena peperangan, melainkan akibat bencana alam yang mengharuskannya dipindahkan ke Jawa Timur. Alih-alih melanjutkan Kerajaan Mataram Kuno, Mpu Sindok justru mendirikan Dinasti Isyana melalui Kerajaan Medang Kamulan.


Keadaan ekonomi dan agama Kerajaan Mataram Kuno

Karena wilayah kekuasaan Kerajaan Mataram Kuno mencakup Sungai Bengawan Solo—sungai terbesar dan paling banyak digunakan masyarakat untuk berdagang—maka sektor ekonomi berfokus pada pertanian dan pemungutan pajak rutin.
 
Pajak tersebut diperuntukkan bagi orang dari luar Kerajaan Mataram Kuno yang singgah ke Bengawan Solo untuk melakukan kegiatan jual-beli. Selain itu, orang yang ingin memasuki kerajaan juga dikenakan pajak dan harus memperoleh izin.
 
Sementara itu, dalam segi agama, Kerajaan Mataram Kuno awalnya menganut ajaran Hindu Syiwa. Namun, semenjak masa pemerintahan Rakai Pikatan, budaya agama Budha mulai bermunculan. Alhasil, terjadilah percampuran dua agama tersebut.


Masa kejayaan Kerajaan Mataram Kuno

Perkembangan Kerajaan Mataram Kuno diawali dari masa kekuasaan Raja Sanjaya yang bergelar Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya. Raja ini dikenal dengan sosok yang adil, bijaksana, dan memiliki pegangan agama yang kuat. Berkat pemerintahannya Kerjaan Mataram Kuno semakin memperluas wilayahnya dan menjadi pusat pembelajaran agama Hindu.
 
Puncak kejayaan Kerajaan Mataram Kuno terjadi pada abad ke-8 selama masa Dinasti Syailendra. Raja Sri Dharmatungga mampu memperluas wilayah hingga ke Semenanjung Malaka. Penerusnya pun juga semakin menambah wilayah, seperti Indra (Syalendra) yang mampu menalukkan Chenla atau Kamboja.
 
Kepemimpinan selanjutnya yang dipegang oleh Samaratungga membuat Kerajaan Mataram Kuno mampu mengembangkan keseniannya dengan bukti adanya Candi Borobudur.


Perpecahan Kerajaan Mataram Kuno

Setelah Raja Sanjaya wafat, tahta pun diberikan kepada Rakai Panangkaran sebagai putranya. Wafatnya Rakai Panangkaran membuat kepemimpinan Kerajaan Mataram Kuno terpecah menjadi dua. Perpecahan ini menjadi Dinasti Sanjaya dan Dinasti Syailendra.
 
Dinasti Sanjaya menguasai wilayah Jawa Tengah bagian utara dengan corak Hindu. Sedangkan Dinasti Syailendra bercorak Budha dan menguasai wilayah Jawa Tengah bagian selatan. Meskipun sempat terpecah, kedua dinasti ini bersatu kembali setelah adanya pernikahan antara Pramodhawardani (Dinasti Syailendra) dan Rakai Pikatan (Dinasti Sanjaya).
 
Baca juga: Sejarah Kerajaan Medang Kamulan, Penerus Kerajaan Mataram Kuno


Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno


Meskipun Kerajaan Mataram Kuno tinggal kenangan, bukti peninggalannya masih terjaga hingga sekarang. Salah satunya, Candi Borobudur. Bangunan bersejarah yang didirikan Samaratungga ini bahkan sempat masuk daftar tujuh keajaiban dunia menurut UNESCO.
 
Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno lainnya ialah Candi Prambanan, Candi Kalasan, dan Candi Sewu. Uniknya, pada candi bercorak Hindu, terdapat beberapa bagian yang bercorak Budha. Begitu pun sebaliknya, candi bercorak Budha memiliki beberapa bagian yang bercorak Hindu.
 
Keunikan tersebut menjadi saksi bisu atas toleransi beragama di Kerajaan Mataram Kuno kala itu. Lantas apa saja prasasti dan candi peninggalan Kerajaan Mataram Kuno?

Prasasti Kerajaan Mataram Kuno

  1. Prasasti Canggal
  2. Prasasti Kalasan
  3. Prasasti Klurak
  4. Prasasti Mantyasih

Candi Kerajaan Mataram Kuno

  1. Candi Arjuna
  2. Candi Bima
  3. Candi Plaosan
  4. Candi Kalasan
  5. Candi Prambanan
  6. Candi Mendut
  7. Candi Sewu
  8. Candi Pawon
  9. Candi Borobudur
  10. Candi Semar
  11. Candi Puntadewa
  12. Candi Srikandi
(Nurisma Rahmatika)
 
Baca juga:  P2G: Aneh, Bahasa Asing Masuk 'Muatan Wajib' Tapi Mapel Sejarah Jadi 'Pilihan'

Cek Berita terbaru dan Artikel menarik lainnya di Google News
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif