Indonesia Sains Expo 2018 di ICE BSD, Tangerang, 2 November 2018, Medcom.id/Intan Yunelia.
Indonesia Sains Expo 2018 di ICE BSD, Tangerang, 2 November 2018, Medcom.id/Intan Yunelia.

Percepat Pengembangan Budaya Sains Menuju Riset

Pendidikan Riset dan Penelitian
Intan Yunelia • 02 November 2018 21:21
Tangerang:Mempelajari sains di Indonesia masih belum membudaya dibandingkan dengan negara tetangga. Untuk itu, sains harus bisa dibumikan, agar terjadi percepatan dalam pengembangan budaya sains menjadi budaya riset.
 
Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Laksana Tri Handoko mengungkapkan, budaya sains di Indonesia saat ini masih sangat lemah. Oleh karena itu acara Indonesia Sains Expo menjadi ajang yang sangat bagus untuk mendorong masyarakat Indonesia lebih mengenal sains dari dekat.
 
“Kita harus mempercepat budaya sains berkembang jadi budaya riset,” ujar Handoko kepada Medcom.id di acara Indonesia Sains Expo 2018, di ICE BSD, Tangerang, Jumat 2 November 2018

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Handoko menambahkan, banyak hal yang tidak diketahui masyarakat awam. Terutama bahwa menjadi seorang ilmuwantidak harus berasal dari sekolah hebat, atau jurusan yang berhubungan langsung dengan sains.
 
Menurut Handoko,setiap orang berpotensi menjadi seorang ilmuwan. “Orang kuliah di biologi belum tentu harus jadi scientist, bisa juga jadi wartawan, tapi wartawan yang memahami sains. Fisika juga begitu. Memang enggak sesederhana itu. Enggak selalu berkorelasi dengan pendidikan,” imbuhnya.
 
Baca:Giat Belajar dan Salat Tahajud Jelang Tes OSC
 
Harian Media Indonesia menggelar Indonesia Sains Expo 2018 di BSD City Tangerang. Acara ini merupakan ajang untuk lebih mendekatkan sains kepada masyarakat Indonesia.
 
Gelaran yang melibatkan siswa Sekolah Dasar (SD) hingga SMA ini memilih tema Anak Milenial Cinta Sains. Meski bertema milenial, acara ini tidak hanya menyasar anak-anak, namun juga masyarakat umum.
 
“Indonesia Sains Expo memang agar mendekatkan sains dengan publik, karena selama ini sains dianggap hanya milik golongan tertentu. Khusus ilmuan dan jauh banget dari masyarakat umum,” kata Co Founder Ilmuan Muda Indonesia (IMI), Firly Savitri, yang menjadi salah satu narasumber di acara tersebut.
 
Lebih jauh, ajang sains expo ini juga menjadi sarana dan kesempatan bagi masyarakat untuk melihat langsung dunia, yang tak disadari begitu dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari. Ide inovatif dan kreatif bisa tercipta, setelah mereka melihat pameran ini.
 
“Untuk bisa berinovasi itu tidak hanya ilmuan, yang sudah berumur tapi mereka kalau datang ke sini, mereka akan melihat banyak anak-anak bahkan anak SD bisa melakukan inovasi. Jadi itu menjadikan sains lebih membumi,” ucap Firly.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi