Kepala SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta, Naning Hidayati, mengucapkan rasa syukur dan bangga atas pencapaian yang diperoleh siswanya tersebut. Dia berharap berbagai prestasi yang diukir dapat terus memotivasi para siswa lainnya.
"Dengan kompetisi, anak akan terus terasah bakatnya dan terus mengukir prestasi baik untuk diri pribadi maupun untuk sekolahnya. Tentu itu satu hal yang membanggakan," kata Naning dikutip dari laman Muhammadiyah, Selasa, 6 Januari 2026.
Dalam kompetisi yang digelar oleh Broadway Dance Studio di Grand Ballroom Meritz Hotel Miri Sarawak Malaysia tersebut, Carlen berhasil memboyong lima medali emas dan satu medali perak. Pencapaian tersebut tentu menjadi kebanggaan yang sangat besar khususnya bagi orang tua maupun pihak sekolah.
Orang tua Carlen, Heni Sulistyowati, mengungkapkan rasa syukur Carlen telah meraih penghargaan kelas internasional. Ini adalah kompetisi internasional keempat yang diikuti oleh Carlen.
"Senang sekali Carlen bisa mewakili Indonesia dan alhamdulillah semua berjalan lancar dan membawa nama harum Indonesia," ujar Heni.
Di kompetisi keempatnya ini, Carlen mengikuti event Standard Ballroom Open yang meliputi Waltz, Tango, Quick Step, Slow Foxtrot, Viennese Waltz serta Latin Open yaitu Cha Cha Cha.
The 11th Miri International Dance Championship 2025 diikuti oleh beberapa negara di antaranya Indonesia, China, Singapura, Malaysia, dan Filipina. Sistem pembagian kategori dalam ajang internasional ini dibagi berdasarkan usia dan tingkat kesulitan koreografi, termasuk juga teknik yang digunakan.
Prestasi Carlen menjadi bukti Muhammadiyah melalui lembaga pendidikannya terus konsisten membentuk dan melatih generasi muda unggul, berkarakter, serta mampu berprestasi di tingkat global. Sekolah ini tidak hanya menjadi ruang pendidikan akademik, tetapi juga wadah pengembangan bakat dan minat siswa agar mampu bersaing di kancah internasional. (Bramcov Stivens Situmeang)Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News