Ilustrasi Siswa Madrasah. Foto: Kemenag
Ilustrasi Siswa Madrasah. Foto: Kemenag

Prestasi Siswa Madrasah Melesat, 8.211 Medali Nasional dan Internasional Sepanjang 2025

Citra Larasati • 01 Januari 2026 10:52
Jakarta: Prestasi siswa madrasah menunjukkan lonjakan signifikan. Sepanjang 2025, Kementerian Agama (Kemenag) mencatat 7.860 prestasi nasional dan 351 prestasi internasional yang diraih siswa madrasah (MI, MTs, MA).
 
Data ini memperkuat posisi madrasah sebagai pencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul Indonesia. Menurut data Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, para siswa berhasil mengharumkan nama bangsa di ajang sains, riset, dan inovasi tingkat dunia.
 
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menyatakan capaian ini mencerminkan kebijakan pendidikan Islam yang kompetitif. “Madrasah hari ini tidak hanya kuat dalam karakter keagamaan, tetapi juga membuktikan daya saing akademik global,” tegasnya di Jakarta, dikutip Kamis, 1 Januari 2025.

Prestasi tersebut diraih melalui ajang bergengsi seperti Kompetisi Sains Madrasah (KSM), MYRES (Madrasah Young Researchers Supercamp), dan olimpiade internasional. Tren ini menunjukkan pergeseran fokus dari kompetisi rutin menuju penguatan riset dan inovasi.

Kurikulum Berbasis Cinta dan Komitmen Ekoteologi

Untuk mendukung prestasi, Direktorat KSKK Madrasah mendorong implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang menyeimbangkan akademik dan karakter.
 
“Prestasi siswa harus sejalan dengan penguatan nilai kemanusiaan, spiritualitas, dan kepedulian lingkungan,” ujar Direktur KSKK Madrasah, Nyayu Khadijah.
 
Komitmen lingkungan diwujudkan dengan menetapkan 1.826 madrasah adiwiyata sebagai baseline nasional dan penanaman 50.000 bibit pohon pada 2025. Selain itu, jumlah madrasah inklusif melonjak 155% dalam dua tahun menjadi 1.853 lembaga, didukung sarana ramah disabilitas.
 
KSKK Madrasah mengalokasikan anggaran Rp402,86 miliar melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) untuk revitalisasi dan digitalisasi sarana prasarana. Program ini sejalan dengan percepatan transformasi digital pendidikan.
 
Madrasah juga menjadi bagian program pemerintah seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang telah menjangkau 2,31 juta siswa dari 13.703 madrasah. Lebih dari 9,1 juta siswa juga mendapatkan layanan cek kesehatan gratis.

Madrasah Pusat Talent Scouting Nasional

Sebagai bagian pengawalan Asta Cita Presiden, Kemenag memulai piloting Sekolah Garuda Transformasi. Pada 2025, MAN Insan Cendekia OKI dan MAN IC Gorontalo resmi ditetapkan sebagai Sekolah Garuda, memperkuat posisinya sebagai lembaga pendidikan unggul berstandar nasional yang diakui Ditjen Dikti Saintek.
 
Dengan 10,5 juta siswa aktif di 88 ribu lembaga, penguatan mutu madrasah menjadi kunci strategis dalam mencapai agenda pembangunan SDM Indonesia yang unggul dan berdaya saing global.
 
Baca juga:  5 Januari 2026 Masuk Sekolah, Murid Terdampak Bencana Boleh Belajar Tanpa Seragam dan Sepatu

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan