Ilustrasi. Foto: MI/Barry Fathahillah
Ilustrasi. Foto: MI/Barry Fathahillah

FRI: Stunting Dapat Mengacaukan Kualitas SDM Indonesia

Pendidikan stunting Kualitas SDM Forum Rektor Indonesia
Ilham Pratama Putra • 26 Oktober 2021 12:03
Jakarta:  Potensi anak gagal tumbuh atau stunting masih menjadi ancaman di Indonesia. Kegagalan tumbuh tersebut dinilai akan sangat berpengaruh terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia ke depan.
 
"Hal ini sangat mendesak untuk diatasi. Karena stunting ini berpotensi untuk mengacaukan SDM Indonesia," ujar Wakil Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI), Maskuri dalam Simposium Nasional Penurunan Stunting Melalui Tridarma Perguruan Tinggi, Selasa, 26 Oktober 2021.
 
Dia khawatir anak Indonesia tidak dapat tumbuh dengan sehat. Menurutnya angka stunting di Indonesia masih belum memenuhi standar World Health Organization (WHO).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Meskipun terjadi penurunan, tapi masih belum memenuhi standar WHO," terang dia.
 
WHO menetapkan angka maksimal stunting sebesar 20 persen. Sementara, pada survei terakhir, pada tahun 2019 angka stunting di Indonesia sebesar 27,67 persen.
 
"Dan pandemi ini bisa memperburuk laju penurunan stunting," ujarnya.
 
Baca juga:  Angka Stunting di Indramayu Tinggi
 
Maskuri meminta, perguruan tinggi dapat mengambil peran dalam menurunkan angka stunting di Indonesia. Mahasiswa, kata dia, harus memiliki pengetahuan terkait pencegahan stunting.
 
"Mahasiswa adalaah calon ibu dan bapak yang akan melahirkan bayi. Literasi pengetahuan dan info yang memadai terkait nutrisi untuk mencegah stunting sangat penting," tutupnya.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif