Suasana ujian promosi doktor di UIN Alauddin melalui daring di Makassarr.  Foto:  Antara
Suasana ujian promosi doktor di UIN Alauddin melalui daring di Makassarr. Foto: Antara

Mahasiswa Irak Jadi Doktor UIN Makassar di Tengah Pandemi

Pendidikan Virus Korona Pendidikan Tinggi
Antara • 15 Mei 2020 13:59
Makassar: Salah satu mahasiswa international Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar asal Irak, Sabbar Dahham Sabbar, berhasil mempertahankan disertasinya.Sabbar sekaligus menjadi doktor pertama UIN Alauddin Makassar di era pandemi covid-19.
 
Disertasi Sabbar berjudul “Islamic Branding and Marketing: An insight of Consumer Perception in Makassar, Indonesia”. Disertasi tersebut diuji melalui aplikasi Zoom Meeting untuk mencegah penyebaran wabah covid-19.
 
Rektor UIN Alauddin Makassar, Hamdan Juhannis yang memimpin sidang promosi tersebut berharap hasil penelitian Sabbar ini bisa dilanjutkan menjadi artikel yang diterbitkan di jurnal bereputasi internasional. “Ini tentu menjadi nilai tambah bagi prodi Ekonomi Islam di Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, yang baru saja mempertahankan akreditasi A berdasarkan penilaian BAN-PT,” katanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Masa kuliah Sabbar menyelesaikan pendidikan S3 di UIN Alauddin Makassar terbilang singkat. Dia hanya membutuhkan waktu dua tahun dan dua bulan untuk mengikuti perkuliahan dan penelitian dalam konsentrasi Ekonomi Islam.
 
Baca juga: Ilmuwan Beberkan Kendala Pengelolaan Dana Riset di Indonesia
 
Selain mendapatkan gelar di tengah pandemi covid-19, ujian promosi ini juga menarik karena menggunakan bahasa Inggris dan Arab. Meskipun Sabbar fasih berbahasa Indonesia, tetapi semua penguji dan promotor mengajukan pertanyaan dan berkomentar dalam bahasa Inggris dan Arab.
 
Ketua International Office UIN Alauddin Makassar Dr Muhaemin Latif mengatakan, bahwa Sabbar adalah mahasiswa international ketiga yang berhasil memperoleh gelar doktor di UIN Alauddin Makassar. Sebelumnya, dua doktor yang telah berhasil dicetak UIN Alauddin berasal dari Thailand.
 
“Saat ini, masih ada dua orang mahasiswa international yang sedang menempuh program doktor yaitu dari Sudan dan Syiriah” ujarnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif