"Sedangkan untuk mahasiswa keolahragaan yang sebelumnya bergabung di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) tetap dilanjutkan di fakultas tersebut, jadi tidak langsung kami cut," kata Pelaksana Tugas (plt.) Dekan Fakultas Keolahragaan, Joko Nurkamto seperti dikutip dari Antara, Selasa, 14 Agustus 2018.
Ia mengatakan bedanya Program Studi Kepelatihan, Prodi Jasmani dan Rekreasi yang sebelumnya menginduk di FKIP dengan FKor adalah jika yang ada di FKIP lebih ke ilmu kependidikan, sedangkan FKor lebih ke ilmu-ilmu keolahragaan.
"Meski demikian, nanti lulusan Program Studi Kepelatihan dan Prodi Jasmani dan Rekreasi jika ingin menjadi guru tetap harus menjalani Program Pendidikan Guru (PPG) Prajabatan," katanya.
Baca: Akhirnya, UNS Punya Fakultas Keolahragaan
Ia mengatakan FKor memiliki prodi Program Sarjana (S1) Pendidikan Kepelatihan Olahraga, juga Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan. Selain itu, juga akan ada Program Magister (S2) Ilmu Keolahragaan serta Program Doktor (S3) Ilmu Keolahragaan.
Sebelumnya, Rektor UNS Ravik Karsidi berharap fakultas tersebut mampu memberikan dampak strategis pada perkembangan keolahragaan di tingkat nasional dan internasional.
Terkait dengan didirikannya FKor tersebut, kata Ravik, UNS telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Kemenristekdikti. Di antaranya tersedia tenaga pengajar dan tenaga pendidikan yang profesional untuk mengelola progam S-1, S-2, dan S3.
"Selain itu, sarana penunjang seperti gedung perkuliahan, fasilitas, dan peralatan pembelajaran mahasiswa lainnya juga sudah lengkap, sehingga sangat layak menjadi fakultas," katanya.
Ravik juga optimistis FKor akan mampu menjadi daya tarik bagi calon mahasiswa baru, karena selama ini peminat jurusan olahraga terbilang sudah cukup tinggi. Bahkan akreditasi Progam Studi Olahraga di UNS juga sudah mendapatkan akreditasi A.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News