Anggota Organisasi Aksi Solidaritas Era-Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM) Eni Yaqut Cholil Qoumas. foto: Medcom/Ilham Pratama Putra.
Anggota Organisasi Aksi Solidaritas Era-Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM) Eni Yaqut Cholil Qoumas. foto: Medcom/Ilham Pratama Putra.

Orang Tua Diajak Turut Berperan Cegah Learning Loss Siswa PAUD

Pendidikan hybrid PAUD Pembelajaran Tatap Muka PTM Terbatas
Ilham Pratama Putra • 03 November 2021 16:12
Jakarta: Satuan pendidikan jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) didorong untuk turut menjalankan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Khususnya bagi PAUD yang sudah berada dalam wilayah dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1-3.
 
PTM terbatas dipercaya menjadi salah satu upaya meminimalisasi terjadinya learning loss. Anggota Organisasi Aksi Solidaritas Era-Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM) Eni Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan kesuksesan PTM terbatas di PAUD sangat dipengaruhi oleh peran orang tua.
 
"Kita sebagai orang tua harus turut dalam proses ini," ujar dia dalam taklimat media secara daring, Rabu, 3 November 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia meminta para orang tua membantu anaknya menjalankan hybrid learning jika memang masih belum mengizinkan ikut PTM terbatas. Pembelajaran dengan metode belajar bauran juga dipercaya bisa mengurangi dampak learning loss.
 
"PTM terbatas dan PJJ merupakan cara terbaik untuk mengurangi loss learning untuk pemulihan PAUD berkualitas. Di PTM dapat diberikan esensial soal kesehatan, prokes, gizi, perlindungan, pengasuhan dan pengajaran anak," tutur istri dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas itu.
 
Baca: Kominfo dan IPPNU Ajak Santri Bantu Tangkal Hoaks
 
Menurut dia, anak usia PAUD emosinya masih belum stabil. Apabila metode belajar orang tua tidak tepat, anak akan merasa sedih dan imunnya pun turun yang dapat mempengaruhi buah hati dalam mencerna ilmu yang diajarkan.
 
Dorongan belajar dari orang tua akan sangat diperlukan untuk membantu anak menjalankan aktivitasnya. Kata dia, sebisa mungkin orang tua diharapkan untuk ikut dalam mengikuti pelajaran anak.
 
"Pandemi mengajarkan kita bahwa hal bagaimana potensi teknologi dalam belajar,  jadi kita bisa menjalankan pembelajaran dengan baik. Kita sebagai orang tua harus ikut belajar, karena anak sangat cepat untuk belajar. Teknologi itu juga harus dimanfaatkan ke arah yang baik," sebutnya.
 
Menurut dia, siswa PAUD lebih tertinggal jika dibandingkan dengan siswa di jenjang lebih tinggi. Dukungan dan bimbingan harus dilakukan secara optimal.
 
"(Dampak buruk kepada) PAUD berlaku sebagaimana pendidikan lainnya, tentu mengalami tantangan besar, tidak mudah bagi orang tua di rumah untuk dapat membimbing yang optimal agar seluruh aspek perkembangan anak dapat berlangsung," tuturnya.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif