Terdapat lima bidang dengan pendaftar terbanyak pada tes keterampilan PBUB 2026. Paling banyak adalah bola basket dengan total 67 peserta; marching band dan paduan suara/seni suara masing-masing diikuti oleh 44 peserta; taekwondo 43 peserta; serta pencak silat 36 peserta.
Perwakilan panitia, Ahmad Yuana, menjelaskan PBUB bidang basket diikuti 67 peserta. Tes digelar di Leadership Hall MM UGM pada Jumat, 22 Mei 2026. Kemudian, sisanya, 51 bidang dengan 437 peserta, dilaksanakan pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Yuan menyebut terdapat kenaikan signifikan jumlah peserta dibandingkan tahun lalu. Hal ini menyusul penambahan bidang-bidang baru, seperti handball, hoki es, ice skating, dansa, dan petanque.
Pada tahun-tahun sebelumnya, bidang yang dipilih harus selaras dengan UKM di UGM. Namun, tahun ini, selama bidang perlombaan yang diikuti diakui oleh induk organisasi yang mengatur, maka para peserta dapat mendaftarkan diri.
“Jadi, ada beberapa bidang yang memang sebelumnya agak jarang terdengar di UGM. Tapi kemudian tetap kita terima jalur tersebut,” ujar Yuan dikutip dari laman ugm.ac.id, Selasa, 26 Mei 2026.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Arie Sujito, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para peserta calon mahasiswa baru yang mengikuti tes keterampilan. Ia mengungkapkan PBUB merupakan salah satu bentuk komitmen UGM membuka ruang bagi generasi muda berprestasi dari berbagai bidang.
Menurut Arie, di balik setiap medali, setiap karya, setiap kemenangan lomba, ada proses panjang yang mesti dilalui. Melalui dari kegigihan dalam berlatih, ada kegagalan, dan ada ketekunan para peserta hingga dapat mencapai titik ini.
“PBUB bukan sekadar jalur masuk perguruan tinggi. Jalur ini merupakan penghargaan terhadap proses perjuangan anak-anak muda Indonesia yang terus mengembangkan potensinya,” kata Arie.
Direktur Kemahasiswaan UGM Hempri Suyatna mengungkapkan UGM akan terus berupaya menata sistem pembinaan kemahasiswaan agar semakin terarah dan berkelanjutan. Menurut dia, kualitas mahasiswa tidak hanya diukur dari indeks prestasi, tetapi juga dari kemampuan bekerja sama, kemampuan memimpin, kepekaan sosial, dan daya tahan menghadapi tantangan.
“Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa memiliki ruang untuk terus berkembang, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News