Times Higher Education (THE) Global Sustainable Development Congress. Foto: UI
Times Higher Education (THE) Global Sustainable Development Congress. Foto: UI

UI Perkuat Komitmen Keberlanjutan di THE Global Sustainable Development Congress 2026

Citra Larasati • 25 Juni 2026 15:40
Ringkasnya gini..
  • Universitas Indonesia berpartisipasi dalam Times Higher Education (THE) Global Sustainable Development Congress 2026.
  • Forum internasional ini mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan berbagai pemangku kepentingan.
  • Tujuannya untuk mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Jakarta: Universitas Indonesia (UI) berpartisipasi dalam Times Higher Education (THE) Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, pada 22 - 25 Juni 2026. Forum internasional ini mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development  Goals/SDGs).
 
Melalui booth pameran dan keterlibatan aktif dalam berbagai sesi diskusi, UI mempromosikan  program internasional, peluang kemitraan di bidang keberlanjutan, serta inovasi hijau karya sivitas akademika. Keikutsertaan ini menjadi momentum bagi UI untuk memperluas jejaring global, bertukar pengetahuan, mempelajari praktik terbaik dunia, dan menjajaki kolaborasi strategis dengan berbagai institusi internasional. 
 
Salah satu pembicara dari UI, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Sumber Daya,  Ahmad Gamal S.Ars., M.Si., MUP., Ph.D., tampil dalam sesi “Smart Cities for a Sustainable  Tomorrow” pada 23 Juni 2026. Dalam forum tersebut, ia membahas pemanfaatan kecerdasan  buatan dan data real-time untuk perencanaan kota, penguatan ketahanan infrastruktur terhadap  risiko iklim, serta pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem kota cerdas  yang berkelanjutan. 

Melalui presentasinya yang berjudul “From Smart Technologies to Smart Urban Management:  Lessons from Indonesia and the Global South”, ia menyoroti perubahan paradigma pembangunan kota cerdas. Menurutnya, keberhasilan smart city tidak lagi ditentukan oleh kecanggihan teknologi semata, melainkan oleh kemampuan memperkuat tata kelola perkotaan, mendorong keberlanjutan, dan menciptakan keadilan sosial.
 
“Berdasarkan pengalaman Indonesia dan negara-negara Global South, berbagai tantangan  perkotaan, seperti banjir, ketimpangan ruang, keterjangkauan hunian, degradasi lingkungan, dan lemahnya koordinasi antarlembaga, sering kali bukan disebabkan oleh kurangnya data, melainkan tentang bagaimana mengelola pertumbuhan kota dan menerjemahkan informasi menjadi kebijakan serta tindakan yang efektif,” ujarnya. 
 
Gamal juga menekankan lima aspek utama pengembangan kota cerdas, antara lain tata kelola  spasial berbasis data, pengelolaan pertumbuhan perkotaan, pengukuran keberhasilan melalui  indikator keberlanjutan, penguatan ketahanan kota terhadap perubahan iklim, serta pengurangan kesenjangan agar manfaat teknologi dan pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat. 
 
Ia menegaskan bahwa evolusi konsep smart city menunjukkan pergeseran dari fokus pada  pengumpulan data menuju kemampuan mengelola transformasi perkotaan secara menyeluruh.  Kota yang berhasil di masa depan bukanlah kota dengan teknologi paling maju, melainkan kota  yang mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan lingkungan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. 
 
Partisipasi UI dalam THE GSDC 2026 mencerminkan komitmen universitas untuk berkontribusi  dalam penyelesaian berbagai tantangan global. Melalui forum ini, UI memperkuat perannya  sebagai mitra strategis dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Indonesia maupun  tingkat global. 

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA