Menanggapi tantangan ini, Prof. Dr. dr. Antonia Anna Lukito, Sp.JP(K), FIHA, FAPSIC, FASCC, FSCAI resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Jantung dan Pembuluh Darah di Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan (FK UPH) pada 28 Maret 2026.
Dalam orasi ilmiahnya yang bertajuk "Kalsifikasi Koroner: Jendela untuk Memahami Penuaan Dinding Arteri Menuju Pencegahan Kardiovaskular Berbasis Risiko", Prof. Antonia menyoroti peran penting kalsifikasi koroner sebagai alat deteksi dini.
Kalsifikasi Koroner sebagai Jendela Kesehatan Jantung
Kalsifikasi koroner adalah penumpukan kalsium pada dinding arteri koroner yang biasanya terjadi seiring penuaan atau akibat faktor risiko seperti diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi. Menurut Prof. Antonia, kondisi ini bukan sekadar tanda kerusakan radiologis, melainkan cerminan proses biologis jangka panjang pada dinding arteri.
Kalsifikasi menjadi "jendela" bagi dokter untuk melihat penuaan arteri (arterial aging) yang sering berlangsung tanpa gejala selama bertahun-tahun. Dengan teknologi pencitraan, dokter dapat mengelompokkan pasien berdasarkan tingkat risiko secara lebih akurat. Tingginya tingkat kalsifikasi menunjukkan adanya plak aterosklerotik yang luas. Sebaliknya, ketiadaan kalsifikasi memungkinkan klinisi untuk lebih fokus pada modifikasi gaya hidup.
Peran Teknologi dan Relevansinya di Indonesia
Prof. Antonia juga menekankan pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) dan teknologi pencitraan untuk pengukuran yang lebih efisien dan konsisten. Pendekatan ini mendukung konsep skrining oportunistik, yang sangat relevan bagi sistem kesehatan Indonesia yang memiliki sumber daya terbatas namun beban penyakit jantung yang tinggi.
“Pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, membuka peluang baru dalam menjadikan kalsifikasi koroner sebagai alat skrining yang lebih luas dan efisien. Namun, penerapannya harus tetap mempertimbangkan konteks lokal, agar dapat memberikan manfaat optimal dalam memperkuat pencegahan penyakit kardiovaskular, baik pada tingkat individu maupun populasi,” ujar Prof. Antonia
Apresiasi Serta Harapan untuk Masa Depan
Rektor UPH, Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng., Sc., mengungkapkan rasa bangganya atas pengukuhan Prof. Antonia sebagai Guru Besar ke-45 di UPH. Apresiasi serupa datang dari Pendiri Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH), Dr. (H.C.) James T. Riady, yang menyebut Prof. Antonia sebagai sosok dokter cerdas yang penuh dedikasi dalam melayani dan mendidik calon dokter muda.Pendiri Lippo Group, Dr. (H.C.) Mochtar Riady, turut menambahkan bahwa penambahan Guru Besar ini adalah fondasi penting dalam memajukan pendidikan nasional. Senada dengan hal tersebut, Dekan FK UPH Prof. Dr. Dr. dr. Eka Julianta Wahjoepramono Sp.BS (K), PhD, berharap Prof. Antonia terus melayani Indonesia melalui keahliannya seiring upaya FK UPH memperluas akses pelayanan kesehatan ke berbagai daerah.
Selamat atas pengukuhan Prof. Antonia sebagai Guru Besar FK UPH. Pencapaian ini memperkuat reputasi akademik UPH dalam mencetak calon dokter masa depan yang profesional, kompeten, dan takut akan Tuhan. Kehadiran pendidik berkualitas menjadi bukti komitmen UPH dalam meningkatkan standar pendidikan demi kontribusi nyata bagi bangsa.
(Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News