Penandatanganan MoU Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dengan sejumlah perguruan tinggi. Foto: BKHM
Penandatanganan MoU Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dengan sejumlah perguruan tinggi. Foto: BKHM

Bawa Bahasa Indonesia Go Global, Kemendikdasmen Gandeng Kampus

Citra Larasati • 12 Juni 2026 13:18
Ringkasnya gini..
  • Kemendikdasmen melalui Badan Bahasa resmi menggandeng kampus untuk bawa bahasa Indonesia makin eksis di kancah global.
  • Kolaborasi dengan UMSU dan UNPRI jadi strategi jitu perkuat program literasi dan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing.
  • Kampus jadi garda terdepan pastikan penguasaan bahasa Indonesia, daerah, dan asing tumbuh seimbang di kalangan Gen Z.
Jakarta: Pemerintah menyadari bahwa misi menjadikan bahasa Indonesia untuk semakin go international tidak bisa dilakukan sendirian. Membutuhkan kolaborasi lintassektor yang solid, terutama lewat peran strategis perguruan tinggi, agar bahasa kebanggaan kita makin eksis di mata dunia dan tetap punya akar yang kuat di negeri sendiri.
 
Merespons tantangan ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) resmi merajut kemitraan dengan dua perguruan tinggi besar, yakni Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dan Universitas Prima Indonesia (UNPRI).
 
Kolaborasi ini jauh lebih bermakna dari sekadar tanda tangan dokumen Memorandum of Understanding (MoU). Kampus dinilai punya kekuatan yang unik. Tidak cuma sebagai pusat lahirnya ilmu pengetahuan, perguruan tinggi juga punya daya jangkau yang luas ke masyarakat lewat riset dan pengabdian.

Alhasil, pelibatan kampus jadi senjata ampuh untuk memperluas dampak program literasi dan kebahasaan yang sedang digenjot pemerintah.
 
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menegaskan bahwa sinergi dengan perguruan tinggi merupakan bentuk nyata semangat partisipasi semesta dalam mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.
 
“Naskah yang telah kita tandatangani bersama antara Badan Bahasa dan UMSU menjadi wujud komitmen, kolaborasi, dan sinergi antara Kemendikdasmen dan perguruan tinggi dalam berbagai bidang, seperti BIPA, peningkatan dan penguatan literasi, pemartabatan bahasa, serta pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
 
Hafidz menambahkan, bahasa itu lebih dari sekadar alat ngobrol. Bahasa adalah fondasi penting untuk belajar, mengembangkan skill, hingga membentuk karakter.
 
Untuk itu, upgrade kemampuan bahasa Indonesia harus selalu sejalan dengan upaya melestarikan bahasa daerah dan menguasai bahasa asing. “Melalui kolaborasi ini, kampus diharapkan mampu menciptakan ruang-ruang akademik yang menempatkan bahasa sebagai fondasi pembelajaran, pengembangan ilmu pengetahuan, dan pembentukan karakter. Penguasaan bahasa Indonesia, bahasa asing, dan bahasa daerah perlu tumbuh secara seimbang dalam lingkungan pendidikan tinggi,” tambahnya.
 
Visi menduniakan bahasa Indonesia ini disambut antusias oleh lingkungan sivitas akademika. Rektor UMSU, Akrim, sangat yakin kalau peluang bahasa Indonesia untuk memperluas pengaruh di level global makin terbuka lebar.
 
“Bahasa Indonesia telah menunjukkan pengaruh yang semakin luas di tingkat internasional melalui jumlah penuturnya yang terus berkembang. Kami optimistis pada masa yang akan datang bahasa Indonesia akan memperoleh posisi yang semakin kuat dalam pergaulan dunia,” ujarnya.
 
Optimisme ini bukan omong kosong. UMSU sendiri sudah gerak cepat dengan aktif mengembangkan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dan berhasil menerbangkan sejumlah pengajarnya untuk bertugas di berbagai negara. Track record inilah yang jadi modal berharga buat mendukung misi internasionalisasi.
 
Senada dengan UMSU, Wakil Rektor I UNPRI, Abdi Darma, melihat kerja sama ini sebagai momentum untuk memperkuat program bahasa sekaligus memuluskan visi kampus menuju kelas dunia.
 
“Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata, terutama dalam upaya mengutamakan bahasa Indonesia di lingkungan kampus. Di sisi lain, sebagai kampus yang mengembangkan perspektif internasional, kami juga menjadikan program BIPA sebagai salah satu program unggulan,” kata Abdi.
 
Sinergi apik antara Badan Bahasa, UMSU, dan UNPRI ini ngasih bukti kuat kalau memajukan literasi dan sastra itu butuh teamwork. Kalau pemerintah, kampus, dan masyarakat sudah satu frekuensi, bahasa Indonesia nggak cuma bakal makin slay dan bermartabat di rumah sendiri, tapi juga siap unjuk gigi di panggung dunia.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA