Kuliah. DOK Medcom
Kuliah. DOK Medcom

Kuliah di Jerman Gratis, Tapi Tetap Butuh Modal Besar! Simak Rincian Biayanya

Renatha Swasty • 20 Januari 2026 18:04
Jakarta: Jerman masih menjadi salah satu destinasi studi favorit bagi mahasiswa Indonesia. Daya tarik utamanya adalah kebijakan pembebasan biaya kuliah (tuition fee) di sebagian besar universitas negeri.
 
Namun, 'gratis' di sini bukan berarti tanpa biaya sama sekali. Melansir akun Instagram @elfeducation, calon mahasiswa tetap harus mempersiapkan dana yang cukup besar untuk kebutuhan hidup dan persyaratan visa.
 
Berdasarkan estimasi biaya untuk tahun ajaran 2025/2026, total dana yang perlu disiapkan di tahun pertama berkisar antara Rp350 juta hingga Rp500 juta. Berikut rincian komponen biaya yang wajib diketahui oleh para pemburu beasiswa maupun mahasiswa mandiri:

Komponen biaya kuliah di Jerman

1. Blocked Account (Sperrkonto)

Ini adalah syarat mutlak untuk pengajuan visa pelajar. Sperrkonto adalah rekening pembekuan dana sebagai jaminan mahasiswa mampu membiayai hidupnya selama di Jerman.

Untuk tahun 2025/2026, pemerintah Jerman menetapkan angka sebesar €11.904 per tahun atau sekitar €992 per bulan. Jika dikonversi, dana yang harus disetor di awal ini mencapai kurang lebih Rp202 juta. Uang ini nantinya dapat dicairkan setiap bulan untuk biaya hidup sehari-hari.

2. Biaya Hidup Bulanan

Biaya hidup di Jerman sangat bervariasi tergantung gaya hidup dan kota tempat tinggal. Estimasi pengeluaran per bulan berkisar antara €700 hingga €1.360 (sekitar Rp11 juta-Rp23 juta). Komponen terbesarnya adalah akomodasi (€300-€650), diikuti oleh biaya makan (€150-€300), asuransi kesehatan wajib (€120-€150), internet, dan transportasi.
   

3. Biaya Semester (Semesterbeitrag)

Meski tidak ada SPP, mahasiswa tetap diwajibkan membayar iuran semester atau Semesterbeitrag. Biaya ini berkisar antara €150-€350 per semester (Rp5 juta-Rp6 juta). Dana ini digunakan untuk administrasi kampus, layanan kemahasiswaan, dan biasanya sudah mencakup tiket transportasi umum (Semester Ticket) yang berlaku selama enam bulan.

4. Biaya Awal Kedatangan

Jangan lupakan biaya persiapan keberangkatan dan masa transisi di 2-3 bulan pertama. Komponen ini mencakup tiket pesawat, deposit tempat tinggal (kaution), biaya pembuatan visa, izin tinggal, hingga asuransi perjalanan. Estimasi biaya awal ini berkisar antara €500 hingga €1.500 atau setara Rp8,5 juta-Rp25,5 juta.

Total Estimasi Tahun Pertama

Apabila diakumulasikan, total dana yang harus diamankan untuk menempuh studi di Jerman pada tahun pertama adalah sebagai berikut:
  1. Sperrkonto: Rp202 juta
  2. Biaya Hidup (Selisih gaya hidup): Rp140-Rp270 juta
  3. Semesterbeitrag (2 semester): Rp5-Rp12 juta
  4. Biaya Awal: Rp8,5-Rp25,5 juta.
Dengan demikian, kisaran total dana riil yang perlu disiapkan berada di angka Rp350 juta hingga Rp500 juta. Angka ini bisa lebih rendah atau tinggi bergantung pada kurs Euro dan gaya hidup masing-masing mahasiswa. (Sultan Rafly Dharmawan)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan