Ketua Pelaksana Ekseskutif, Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Budi Prasetyo menyebut, akan ada pemeriksaan suhu tubuh dan kesehatan bagi peserta yang akan memasuki lokasi pelaksanaan UTBK. Bagi yang dinyatakan tidak sehat akan diminta untuk kembali ke rumah.
"Yang sakit tidak dijinkan masuk dan tidak ada kesempatan di lain waktu. Karena dikhawatirkan akan menjadi klaster baru (covid-19) 'UTBK'," kata Budi dalam live Instargam bertema UTBK-SBMPTN Era Pandemi di akun @osc_medcom, Senin 8 Juni 2020.
Baca juga: KIP Kuliah Terkendala, Pendaftaran UTBK Alumni MA Gap Year Terganggu
Untuk penerapan protokol kesehatan di pusat UTBK, pihaknya menggandeng Satgas Covid-19 di daerah setempat. Pun perguruan tinggi hanya boleh membuka beberapa pintu masuk ke kawasan pusat UTBK.
"Yang kita lakukan seperti di tempat lain, kita ukur temperatur. Gambarannya di perguruan tinggi ketika tes gerbang itu dibuka hanya dua atau empat untuk pengecekan," lanjutnya.
Keberlangsungan tes UTBK juga sangat bergantung pada rekomendasi Satgas Covid-19 di tempat lokasi UTBK berada. Jika Satgas Covid-19 melarang adanya UTBK-SBMPTN di daerah tersebut maka LTMPT juga akan mengikuti rekomendasi tersebut dan menjadwalkan ulang pelaksanaan UTBK.
Begitu juga ketika Satgas covid-19 daerah masih mengizinkan, maka UTBK-SBMPTN akan tetap dilaksanakan. "Ketika masih ada daerah yang tidak mengizinkan, nanti baru itu yang namanya force majure kita mengambil kebijakan tidak melaksanakan UTBK dulu di daerah itu saja. Yang daerahnya bisa berjalan akan terus berjalan," pungkas Budi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News