Ketua Pelaksana LTMPT, Budi Prasetyo. Foto: Zoom
Ketua Pelaksana LTMPT, Budi Prasetyo. Foto: Zoom

Daftar SNMPTN/SBMPTN 2022 Wajib Punya Akun LTMPT, Begini Aturannya

Pendidikan Penerimaan Mahasiswa Baru LTMPT PTN SNMPTN 2022 SNMPTN/SBMPTN 2022 SBMPTN 2022
Citra Larasati • 12 Desember 2021 15:55
Jakarta:  Pelaksanaan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tahun 2022 masih akan menggunakan kebijakan Single Sign On (SSO).  Untuk itu, setiap sekolah dan siswa diwajibkan untuk memiliki akun Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) untuk dapat mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS), pendaftaran SNMPTN, dan SBMPTN.
 
Ketua Pelaksana LTMPT, Budi Prasetyo mengatakan, bahwa kebijakan SSO masih diterapkan di 2022 karena memiliki banyak keuntungannya.  Pengisian PDSS oleh sekolah, pendaftaran SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) mapun UTBK-SBMPTN (Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) syaratnya harus memiliki akun LTMPT.
 
"Sekolah yang belum punya harus teregistrasi akun dulu di LTMPT," kata Budi dalam Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru 2022 di PTN yang digelar secara daring, Minggu, 12 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:  Rektor ITS Terpilih Jadi Ketua LTMPT 2022
 
Budi menjelaskan, bahwa bagi siswa lulusan tahun lalu yang ingin mencoba lagi SBMPTN dan sudah memiliki akun LTMPT, maka tidak perlu membuat lagi.  Sedangkan bagi siswa yang saat ini masih duduk dikelas XII, harus membuat akun LTMPT baru.
 
"Kemudian khusus untuk mahasiswa angkatan 2021 dan 2020 (yang ingin mengikuti SBMPTN) dan sudah memiliki akun LTMPT, diminta untuk mendaftar lagi akun LTMPT.  Tidak diizinkan pakai akun LTMPT yang lama, karena sudah banyak perubahan, nanti bikin ruwet," kata Budi.
 
Budi mengatakan, bahwa setiap sekolah yang mendaftarkan siswanya di jalur SNMPTN harus melakukan pengisian data di PDSS. Menurut Budi, saat ini Badan Akreditas Nasional Sekolah/Madrasah (BAN SM) sudah melakukan finalisasi akreditasi 56 ribu sekolah di seluruh Indonesia.
 
Finalisasi tersebut termasuk jurusan-jurusan di sekolah dan jumlah siswanya yang eligible untuk didaftarkan.  Namun ia menegaskan, sekolah diminta hanya mengisi data siswa yang eligible.
 
"Yang tidak eligible tidak perlu didaftarkan," terang Budi.
 
Ia mengingatkan, bahwa PDSS hanya mengakomodasi Kurikulum Nasional 2006 KTSP dan
Kurikulum 2013 (Sistem Paket dan SKS).  Sedangkan sekolah yang tidak menggunakan kurikulum nasional tidak diperbolehkan mendaftar PDSS.
 
"Kami mengakomodir sekolah yang menggunakan kurikulum 2016 dan 2013, bagi sekolah yang tidak mengikuti kurikulum nasional tidak diperkenankan ikut," tegas Budi.
 
Registrasi akun LTMPT untuk PDSS dan SNMPTN dijadwalkan pada 4 Januari-15 Februari 2022 untuk lulusan tahun 2022 yang ikut SNMPTN.  Sedangkan registrasi akun LTMPT untuk UTBK-SBMPTN dijadwalkan pada 14 Februari-17 Maret 2022.
 
Budi menegaskan, bahwa pengisian PDSS dilakukan oleh sekolah dan kebenaran data yang disimpan menjadi tanggung jawab setiap kepala sekolah. "Jadi jika ada data yang ingin diganti dan sebagainya, apakah itu benar ataupun modus, maka itu harus dipertanggungjawabkan oleh kepala sekolah," tegasnya.
 
Sebelumnya, Jalur penerimaan mahasiswa baru Program Sarjana pada PTN dilakukan melalui tiga jalur.  Yakni Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN) yang dilakukan berdasarkan hasil penelusuran prestasi akademik dan/atau portofolio calon mahasiswa, Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN) dilakukan berdasarkan hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) serta kriteria lain yang disepakati PTN.
 
Selain penerimaan mahasiswa baru melalui SNMPTN dan SBMPTN, PTN dapat melakukan seleksi mandiri yang dapat menggunakan nilai hasil UTBK. 
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif