Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Memanfaatkan Teknologi Digital untuk Perbaikan Akses Pendidikan

Pendidikan Pengelolaan Pendidikan
Eko Nordiansyah • 09 Oktober 2019 01:30
Jakarta: Staf Khusus Menteri PPN/ Kepala Bappenas, Danang R. Ginanjar mengungkapkan tidak seimbangnya akses pendidikan antara di kota dan daerah menyebabkan tidak meratanya kualitas pendidikan di Indonesia. Padahal akses pendidikan penting guna menghadapi bonus demografi.
 
Hal ini disampaikannya saat seminar pendidikan yang bertajuk 'Sinergi Peran Strategi Guru dan Teknologi Menghadapi Era Industri 4.0' di Auditorium Ki Hajar Dewantar Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Acara ini dihadiri oleh ribuan guru SMA dan SMK se-DKI Jakarta, Senin, 7 Oktober 2019.
 
"Poin utama kenapa Indonesia maju di 2045 adalah adanya bonus demografi. Tapi masih sulitnya akses terhadap pendidikan khususnya di daerah-daerah menyebab tidak meratanya kualitas pendidikan" katanya dalam keterangan tertulis, Selasa, 8 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Padahal, lanjut Danang Indonesia sedang menghadapi revolusi Indistri 4.0 yang membutuhkan SDM yang berkualitas dan berkembang. Terlebih ke depannya, 60 persen pekerjaan manusia akan digantikan oleh sistem otomasi dan 30 persennya akan digantikan oleh mesin.
 
Sementara itu, CEO Startup pendidikan GreatEdu Robert Edy Sudarwan mengatakan, dibutuhkan kolaborasi antara tenaga pendidik dan perkembangan teknologi untuk menjawab masalah tersebut. Teknologi digital bisa menjadi jembatan yang menghubungkan antara tenaga pendidik dengan murid.
 
"Masalah sulitnya akses pendidikan ini bisa dijawab dengan mengandalkan teknologi digital. Perkembangan teknologi bukan malah jadi hambatan tapi justru jadi jembatan penghubung untuk meningkatkan skill baik gutu maupun murid" kata Robert.
 
Menurutnya, saat ini pihaknya sudah mengembangkan aplikasi pendidikan yang dapat menciptakan ekosistem pendidikan digital dengan model crowd learning. Salah satunya fitur yang dimiliki GreatEdu, yakni GreatPedia, yang mencakup berbagai informasi dan bahan belajar-mengajar.
 
"Aplikasi kami hadir untuk menciptakan ekosistem itu. Jadi para guru yang berkualitas tidak hanya ada di Jakarta dan kota-kota besar tapi di manapun bisa. Kita tidak sedang menggantikan tenaga pendidik, tapi ingin berkolaborasi yang salah satunya dengan siatem crowd learning" ungkapnya.
 
Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat mengatakan pihaknya saat ini telah membuat roadmap untuk mengembangkan pendidikan yang berkualitas di Jakarta. Caranya dengan memastikan kualitas para pendidik di Jakarta agar bisa menggunakan teknologi yang menyenangkan dan efektif dalam proses pembelajaran.
 
GreatEdu akan menyelenggarakan program Mencari Pahlawan Pendidikan 2019 sebagai wujud sinergi perkembangan teknologi dengan pendidikan. Selain itu, akan ada Tryout Nasional UTBK SBMPTN 2020 yang dilaksanakan secara online dan serentak di seluruh Indonesia dengan bobot soal yang berkualitas dan realtime.
 

(BOW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif